Ilustrasi Kereta Api jarak jauh. (Foto: Chat GPT)

Beranda / Nasional / Lonjakan Penumpang Kereta di Pasar Senen H-5 Lebaran

Lonjakan Penumpang Kereta di Pasar Senen H-5 Lebaran

PravadaNews – Memasuki H-5 Lebaran 1447 Hijriah/2026, Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang kereta api yang berangkat menuju berbagai daerah tujuan di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Pada Senin (16/3/2026) ini, tercatat sebanyak 23.259 penumpang meninggalkan stasiun, menandai peningkatan signifikan dibanding hari-hari biasa menjelang musim mudik.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut lonjakan ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk pulang ke kampung halaman menjelang perayaan Idulfitri, sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur transportasi untuk menghadapi puncak arus mudik.

Petugas stasiun melaporkan arus keberangkatan tertinggi terjadi pada pagi hingga siang hari, dengan mayoritas penumpang memilih kereta ekonomi dan bisnis untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Sejumlah fasilitas pendukung, seperti ruang tunggu, layanan tiket digital, serta protokol keselamatan, diperkuat untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan penumpang di tengah lonjakan volume.

Selain itu, manajemen stasiun juga menyiapkan tim tambahan untuk menangani antrean, memandu penumpang, dan melakukan pemeriksaan keamanan agar perjalanan mudik berjalan lancar dan aman.

Baca juga: 52 Ribu Penumpang Berangkat dari Daop 1

Lonjakan ini menjadi bagian dari gelombang arus mudik tahunan yang biasanya mencapai puncaknya H-3 hingga H-1 sebelum Lebaran, sekaligus menjadi indikator mobilitas masyarakat yang tinggi serta permintaan transportasi publik yang terus meningkat menjelang Hari Raya.

“Sementara untuk kedatangan di Stasiun Pasar Senen 9.405 penumpang,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo.

Adapun total penumpang yang berangkat dari semua stasiun wilayah Daop 1 Jakarta meliputi Pasar Senen, Gambir, Bekasi, Cikampek, Cikarang, Jatinegara, dan Karawang hingga siang ini mencapai 51.584 orang, dengan kedatangan sebanyak 23.939 penumpang.

Volume keberangkatan dan kedatangan penumpang hari ini lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya, yakni 52.008 orang (keberangkatan) dan 26.935 orang (kedatangan).

Pada masa Angkutan Lebaran tahun ini yang berlangsung sejak 11 Maret sampai dengan 1 April 2026, KAI menyediakan total kapasitas tempat duduk sebanyak 1.076.196 kursi.

“Total tiket terjual/dipesan 719.988 tiket. Rata-rata okupansi (keterisian tempat duduk) sementara sekitar 67 persen,” ujar Franoto.

Franoto menyampaikan, periode penjualan tertinggi terjadi pada 11–20 Maret (mudik/pra-lebaran) dengan total sebanyak 468.795 tiket telah terjual/ dipesan oleh masyarakat.

Adapun tanggal dengan penjualan tertinggi yakni 14 Maret sebanyak 51.128 tiket, 15 Maret (52.008 tiket), 16 Maret (51.584 tiket). Kemudian, 17 Maret (49.557 tiket), 18 Maret (49.507 tiket), 19 Maret (49.203 tiket), dan 20 Maret (49.219 tiket).

“Pada periode ini, sisa tempat duduk paling rendah, rata-rata per hari kurang dari 1.000 kursi,” kata Franoto.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *