Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Foto: Dok. PressTV)

Beranda / Mancanegara / Presiden Pezeshkian Tegaskan Iran Lawan Penindas

Presiden Pezeshkian Tegaskan Iran Lawan Penindas

PravadaNews – Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan Iran tidak gentar menghadapi agresi Amerika Serikat dan Israel.

Presiden Iran juga mendesak organisasi internasional agar mengutuk serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

“Iran tidak akan menyerah kepada para penindas,” mendesak komunitas internasional untuk mengutuk tindakan agresi AS-Israel dan memaksa para pelaku untuk menghormati hukum internasional.

Dalam unggahan di akun X-nya pada hari Senin, Pezeshkian merujuk pada percakapannya dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada hari Minggu, ketika ia menekankan bahwa Iran tidak memulai “perang biadab ini.”

Pezeshkian menambahkan bahwa membela diri terhadap agresi adalah hak alami yang telah dikuasai Iran dengan baik.

Menunjuk pada peran pangkalan militer AS di kawasan itu, Pezeshkian menyatakan bahwa penggunaannya terhadap Iran — yang bertujuan untuk mengganggu hubungan Teheran dengan negara-negara tetangganya — harus dihentikan.

Baca Juga: Serangan Terhadap Iran Perang yang Dipaksakan

Pezeshkian mencatat bahwa perdamaian dan stabilitas di kawasan itu tidak dapat dicapai sambil mengabaikan agresi Zionis-Amerika terhadap Iran.

Presiden menegaskan kembali bahwa negara itu tidak akan tunduk pada paksaan dan sekali lagi menyerukan kepada komunitas global untuk mengutuk serangan tersebut dan memaksa para agresor untuk mematuhi hukum internasional.

Dalam bagian lain pidatonya, Pezeshkian menggambarkan dimulainya perang, yang didasarkan pada informasi palsu dan dengan motif ekspansionis, sebagai “tindakan abad pertengahan di abad ke-21.”

Pezeshkian menekankan bahwa pembicaraan tentang penghentian agresi akan menjadi tidak berarti sampai jaminan diberikan bahwa tidak akan ada serangan lebih lanjut yang menargetkan wilayah Iran, menegaskan kembali sikap tegas Iran terhadap setiap pelanggaran wilayahnya.

Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang tanpa provokasi terhadap Iran, membunuh mantan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta beberapa komandan militer tinggi.

Iran segera mulai membalas agresi tersebut dengan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap wilayah yang diduduki Israel serta pangkalan-pangkalan AS di negara-negara regional.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *