Ilustrasi distribusi dan pelayanan bahan bakar minyak (BBM). (Foto: Dok. PT Pertamina)

Beranda / Ekonomi / Atur Penghematan BBM

Atur Penghematan BBM

PravadaNews – Pemerintah perlu membuat aturan terkait penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) agar cadangan energi nasional dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Pernyataan itu disampaikan pengamat kebijakan publik, Fernando Emas kepada PravadaNews, Kamis (19/3/2026), merespons terkait penghematan BBM di tengah meroketnya harga minyak dunia.

Fernando mengatakan, penghematan itu dilakukan untuk mencukup kebutuhan energi nasional dalam jangka waktu lebih lama.

“Agar kebutuhan minyak dalam negeri tercukupi, pemerintah mengeluarkan peraturan untuk kepentingan penghematan bahan bakar minyak,” kata Fernando.

Selain memberlakukan Work From Home (WFH), pemerintah juga dapat mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggunakan angkutan umum.

“Pemerintah juga harus melakukan evaluasi terkait dengan stok cadangan BBM Nasional. Terkait dengan pembelian minyak untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan dalam negeri, tentu menteri terkait lebih memahami negara mana saja yang bisa diajak kerja sama,” kata Fernando.

Fernando mengatakan, seharusnya perang Timur Tengah dapat dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk mewujudkan pengelohan minyak bumi secara mandiri.

“Untuk mewujudkan pengolahan minyak bumi siap pakai di dalam negeri. Apalagi salah satu program pemerintahan Prabowo Subianto adalah swasembada energi,” kata Fernando.

Cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional berada pada kisaran 27-28 hari, sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipastikan terpenuhi.

Stok Cadangan BBM 28 Hari

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan BBM dan pasokan listriik dalam kondisi aman.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ketersediaan BBM dan kelistrikan di sistem Jawa Tengah.

Hasil dari pengecekan, Yuliot menyatakan bahwa BBM dan kelistrikan dalam kondisi baik.

“Untuk ketersediaan BBM, cadangan minimal itu justru jauh sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik Lebaran 2026 ini,” ujar Yuliot dalam keterangan resmi kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).

Kondisi pasokan energi untuk kebutuhan operasional masyarakat masih di posisi aman. Oleh karena itu, masyarakat tidak khawatir dan panik terhadap ketersediaan BBM.

Selain itu, pemerintah tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM selama periode Lebaran.

“Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah,” kata Yuliot.

Pertamina Pastikan Kebutuhan Energi Nasional

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron menyampaikan, Pertamina telah menyiapkan sejumlah langkah agar memastikan kebutuhan energi nasional.

“Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina telah menjalankan rencana mitigasi dan contingency plan, supaya pasokan energi tetap berjalan dengan baik,” kata Baron dalam keterangan resmi kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, Pertamina tidak bergantung pada satu wilayah atau negara tertentu.

Strategi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan ketika ada gangguan distribusi.

Perusahaan plat merah itu juga berkoordinasi dengan pemerintah untuk optimalisasi pasokan energi nasional di tengah gejolak Timur Tengah.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *