PravadaNews – Pemerintah menegaskan fokus pelayanan ibadah haji tahun ini diarahkan pada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan di tengah tantangan cuaca panas yang mencapai 39 derajat Celsius di Makkah dan Madinah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf, mengatakan seluruh layanan haji, mulai dari akomodasi hingga kesehatan dirancang agar lebih inklusif dan aman bagi kelompok rentan.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” kata Maria dalam ketrangannya dikutip Sabtu (2/5/2026).
Baca juga : WNI Ditangkap Saudi Kasus Haji Ilegal
Maria menyebut layanan tersebut terus dievaluasi secara berkala seiring meningkatnya mobilitas jemaah dari Madinah menuju Mekkah dalam fase operasional haji.
Di lapangan, pemerintah juga mengingatkan jemaah untuk disiplin menjaga kondisi fisik. Aktivitas luar ruangan di siang hari diminta dibatasi, disertai penggunaan pelindung seperti payung dan topi serta konsumsi air yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
“Segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan,” ujar Maria.
Selain itu, jemaah yang akan melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram diminta berangkat lebih awal menggunakan bus shalawat untuk menghindari kepadatan.
Pemerintah juga mengimbau jemaah tidak membawa barang berlebihan karena dinilai dapat menghambat mobilitas serta memperlambat distribusi bagasi di tengah padatnya pergerakan antar kota.
Seiring itu, pemerintah menegaskan pengawasan terhadap layanan haji non-prosedural terus diperketat. Satuan tugas khusus disebut aktif memantau potensi penyalahgunaan visa serta praktik penipuan yang merugikan jemaah.
Di tengah berbagai pengaturan tersebut, pemerintah memastikan layanan operasional haji berjalan baik, namun tetap berada dalam pengawasan ketat untuk menjaga keselamatan seluruh jemaah.















