Ilustrasi evakuasi warga yang terdampak banjir. (Foto: PravadaNews/Gemini IA)

Beranda / Nasional / 46 RT di Jaktim Masih Terendam Banjir

46 RT di Jaktim Masih Terendam Banjir

PravadaNews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 46 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Timur masih terendam banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dan menyebabkan sejumlah sungai meluap.

Genangan air dilaporkan merendam permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa sebagian warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca juga: Gelombang Selat Lombok Diprediksi Capai 4 Meter

BPBD menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak dengan mengerahkan personel serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat proses penanganan banjir.

Warga juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, terutama bagi yang tinggal di bantaran kali, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

“Penyebab banjir akibat curah hujan tinggi, dan meluapnya Kali Cipinang, Kali Cilangkap, dan Kali Sunter,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Minggu (22/3/2026).

Menurut Isnawa, hingga pukul 10.00 WIB jumlah RT yang masih terendam banjir yaitu mencapai 46 dengan ketinggian air 30-80 sentimeter (cm).

Isnawa menjelaskan, banjir sendiri disebabkan hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (21/3). Sehingga, terjadinya kenaikan tinggi muka air pada Pos Pesanggrahan Siaga 3 pukul 18.00 WIB.

Kemudian, di Pos Cipinang Hulu Siaga 3 pukul 18.00 WIB, Pos Sunter Hulu Siaga 2 pukul 18.00 WIB, dan Pos Krukut Hulu Siaga 3 pukul 19.00 WIB dan menyebabkan genangan di wilayah DKI Jakarta.

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” ujar Isnawa.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *