PravadaNews – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dalam menjalin hubungan diplomasi dengan negara lain, Indonesia berpegang teguh pada prinsip politik bebas aktif dan non blok yang tidak bisa di intervensi oleh siapa pun.
Prabowo menyebut prinsip politik itu merupakan warisan luhur dari pada pendiri bangsa yang harus tetap dimanifestasikan serta di jaga nilai-nilai martabatnya.
Menurut Prabowo, prinsip tersebut tercermin dalam sikap konsisten Indonesia yang menolak kehadiran pangkalan militer asing di wilayah nasional.
“Kita tidak bisa umpamanya mengizinkan pangkalan pasukan asing manapun di Indonesia, itu prinsip ya kita. Selalu seperti itu. Dari zaman Soekarno, Soeharto, sampai sekarang,” kata Prabowo, dikutip Minggu (22/3/2026).
Baca Juga: Prabowo Singgung Beda Sikap Negara Islam di Konflik Timteng
Meski demikian, Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia tetap membuka ruang kerja sama internasional baik secara politik maupun ekonomi.
Di sisi lain, Prabowo menyebut kunjungan damai maupun aktivitas pelayaran dari berbagai negara tetap akan diperbolehkan, selama mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
Prabowo mencontohkan bahwa kapal atau pihak dari negara mana pun, termasuk Amerika Serikat, Rusia, maupun Tiongkok, dapat melakukan kunjungan damai atau pengisian logistik di Indonesia.
“Kalau kita peaceful visit, peaceful navigation kepada semua, semua negara mau refill di Indonesia, kita izinkan. Amerika mau, monggo, tapi kalau Rusia mau juga monggo, kalau Tiongkok mau, monggo,” ujar Prabowo.
Prabowo menambahkan, sikap terbuka tersebut tetap disertai dengan komitmen menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional. Pemerintah, kata dia, akan memastikan seluruh bentuk kerja sama dan investasi asing berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
“Dan kita tidak mau mengganggu negara lain, kita terbuka, kita jaga, investasi siapapun di Indonesia kita jaga, asal mereka patuhi ketentuan kita, undang-undang kita,” tandas Prabowo.















