PravadaNews – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons ketidakpastian ekonomi global imbas konflik di Timur Tengah (Timteng).
Salah satu kebijakan Prabowo yakni memberlakukan work from home (WFH) untuk penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Menurut SBY langkah strategis itu sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
SBY menilai, pentingnya kebijakan penghematan energi sebagai salah satu instrumen untuk menekan defisit anggaran.
Langkah tersebut bukan sekadar respons jangka pendek, melainkan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjaga keberlanjutan fiskal di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Baca Juga: WFH dan Strategi Efisiensi Energi
“Saya dukung penghematan energi untuk mengurangi angka defisit anggaran. Untuk menyelamatkan APBN 2026 pada khususnya dan perekonomian Indonesia pada umumnya,” ungkap SBY dalam cuitan X pribadinya @SBYudhoyono, Rabu (25/3/2026)
SBY menekankan bahwa seluruh kebijakan ekonomi bukan hanya sekadar angka di dalam neraca, melainkan tentang dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, SBY menegaskan keberhasilan pemerintah dapat diukur dari tiga poin utama yakni; terjaganya pertumbuhan ekonomi; stabilitas harga; dan pencegahan pemutusan hubungan kerja dalam skala besar. “Beberapa opsi dapat dipilih oleh pemerintah,” tutur SBY.
“Yang penting ekonomi kita selamat termasuk terjaganya pertumbuhan (growth), terkelola nya inflasi (stabilitas harga) dan tercegahnya PHK besar-besaran (job security),” sambung SBY.
SBY menyebut, dampak konflik di Timteng yang mengakibatkan ketidakpastian ekonomi sangat berpengaruh terhadap kelompok paling rentan.
Menurut SBY, perlindungan masyarakat miskin harus tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah.
SBY mengingatkan, tekanan ekonomi selalu berdampak paling besar pada mereka yang berada di lapisan bawah, yang daya tahannya terhadap krisis jauh lebih terbatas.
“Yang sangat penting adalah tetap terlindunginya saudara-saudara kita kaum tak mampu,” pungkas SBY.















