PravadaNews – Gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon telah melancarkan gelombang operasi baru terhadap pasukan militer Israel, infrastruktur mereka.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh kelompok tersebut, para pejuang perlawanan menyerang kendaraan dan tentara Israel pada Sabtu dini hari setelah memantau pasukan Israel yang maju dari daerah Baydar al-Faqqani di wilayah al-Taybeh menuju dasar Sungai Litani.
Tak lama kemudian, dua tank tempur Merkava dihantam rudal kendali di dekat waduk di distrik Qantara, melansir dari Press TV.
Selain itu, kumpulan tentara dan kendaraan Israel di kota Dibl, persimpangan Wadi al-Uyun-Rshaf, dihantam dengan rentetan roket terpisah.
Baca Juga: Putin Sebut Krisis Eropa Bukan Salah Rusia
Sebuah tank Merkava di Dibl menjadi sasaran drone tempur, sementara posisi artileri di al-Za’oura dihantam dengan rentetan roket.
Selain itu, pangkalan Mishar, yang berfungsi sebagai markas intelijen utama untuk wilayah pendudukan utara dan terletak di timur laut Safad, diserang dengan rentetan roket.
Drone kamikaze Hizbullah juga menargetkan barak Ya’ara. Markas Komando Utara tentara Israel dan pangkalan Dado juga menjadi sasaran dua operasi roket.
Para pejuang perlawanan Hizbullah kemudian mencegat pesawat pengintai RC-12 berawak di langit wilayah Bekaa barat, memaksa pesawat tersebut mundur.
Selain itu, pos-pos pemukiman ilegal al-Malkiya, Avivim, dan Shlomi dihantam dengan rentetan roket terpisah. Belum ada laporan tentang besarnya kerusakan yang ditimbulkan.
Operasi pembalasan Hizbullah pada hari Sabtu terjadi sehari setelah para pejuang perlawanan mencatat 82 serangan, di mana 55 di antaranya menargetkan pasukan Israel di Lebanon selatan. Sisanya menghantam pasukan Israel di dalam wilayah pendudukan.














