PravadaNews – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 12 ribu tiket kereta cepat Whoosh telah terjual hingga Minggu siang pada momentum tujuh hari setelah Idulfitri 1447 Hijriah atau H+7 Lebaran 2026.
Tingginya angka penjualan tersebut mencerminkan masih kuatnya minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan kereta cepat sebagai moda transportasi andalan selama periode arus balik libur Lebaran.
KCIC menilai tingginya okupansi ini sejalan dengan tren mobilitas masyarakat yang masih berlangsung pascalibur panjang, terutama untuk perjalanan antarkota dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan efisien.
Baca juga: KCIC Sarankan Penumpang Gunakan Feeder
Kondisi ini juga menunjukkan kereta cepat Whoosh semakin diminati sebagai alternatif transportasi modern yang mampu menjawab kebutuhan perjalanan cepat dan nyaman di tengah padatnya arus balik Lebaran.
Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti mengatakan, jumlah tiket terjual itu diprediksi akan terus bertambah hingga mencapai 20 ribu penumpang pada malam hari.
Untuk hari ini, kata Emir, tiket yang sudah terjual dari arah Bandung dan Jakarta, seluruhnya, total mencapai sekitar 12 ribu tiket.
“Jumlahnya masih akan terus bertambah seiring dengan penjualan yang masih akan terus berlangsung hingga keberangkatan terakhir pukul 21.23 WIB dari Stasiun Padalarang,” ucap Emir kepada wartawan, Minggu (29/3/2026).
Emir memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah penumpang dari arah Bandung, Jawa Barat, menuju Jakarta pada hari ini, seiring berakhirnya masa libur Lebaran serta kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).
Kondisi tersebut dinilai akan mendorong arus balik pekerja dan masyarakat yang kembali ke ibu kota untuk beraktivitas seperti biasa.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT Kereta Cepat Indonesia China menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari peningkatan layanan di stasiun, di dalam kereta cepat Whoosh, hingga penguatan integrasi perjalanan melalui berbagai moda transportasi.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kenyamanan serta kelancaran mobilitas penumpang di tengah tingginya permintaan perjalanan.
Lebih lanjut, Emir menjelaskan, KCIC mengoptimalkan layanan intermoda di seluruh stasiun, termasuk koneksi dengan kereta feeder, transportasi daring, layanan shuttle, serta moda lanjutan lainnya.
Dengan integrasi tersebut, perjalanan penumpang diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien, mulai dari titik keberangkatan hingga mencapai tujuan akhir.
“Hal ini menjadi krusial, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran,” ucap Emir.
Di area stasiun, KCIC menyediakan ruang tunggu reguler dan naratama (VIP), mushala, pos kesehatan, hingga fasilitas untuk mendukung inklusivitas, seperti ruang ibu menyusui dan toilet disabilitas.
“Serta area tenant (gerai) untuk memenuhi kebutuhan penumpang selama menunggu keberangkatan. Selain itu, tersedia juga fasilitas pendukung seperti WiFi gratis dan water station (tempat isi ulang air minum),” tambah Emir.
Guna menunjang kenyamanan saat periode arus balik kali ini, KCIC juga menghadirkan fasilitas tambahan seperti area bermain anak, hiburan di stasiun, serta peningkatan kebersihan dan pelayanan petugas.
“Di sisi operasional, dilakukan penguatan sumber daya manusia termasuk petugas pelayanan, pengamanan, dan kru operasional yang telah dipastikan dalam kondisi prima melalui pemeriksaan kesehatan,” jelasnya Emir.
Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang beroperasi dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam.
Kereta ini melayani rute Jakarta-Bandung dengan empat stasiun utama, yakni Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon.















