PravadaNews – Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terus mematangkan persiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan fokus pada wilayah terpencil, terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di daerah setempat.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan program prioritas nasional tersebut dapat menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pangan bergizi.
Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penguatan koordinasi lintas instansi, pemetaan kebutuhan di lapangan, hingga penyiapan infrastruktur pendukung distribusi makanan.
Pemerintah daerah berharap implementasi program ini dapat berjalan optimal dan tepat sasaran, sehingga mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah 3T.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan, pihaknya bersama Tim Satuan Tugas MBG sudah melakukan konsultasi dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan kesiapan implementasi program, termasuk dukungan infrastruktur dan teknis pelaksanaan di lapangan.
“Langkah ini penting untuk memastikan program MBG dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta mampu menjawab tantangan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya di wilayah 3T,” kata Sebastianus Darwis di Bengkayang, Minggu (29/3/2026).
Dalam pertemuan dengan BGN belum lama ini, lanjut Bupati, Pemkab Bengkayang berkonsultasi terkait berbagai aspek, mulai dari mekanisme distribusi makanan bergizi, standar operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga strategi menjangkau daerah dengan akses terbatas.
Selain itu, percepatan pembangunan dapur SPPG menjadi salah satu fokus utama pembahasan, mengingat fasilitas tersebut berperan penting sebagai pusat produksi dan distribusi makanan bergizi bagi masyarakat, termasuk anak-anak dan kelompok rentan di wilayah terpencil.
Pemkab juga memetakan sejumlah kendala di lapangan, seperti keterbatasan akses transportasi, kondisi geografis, serta kesiapan sumber daya manusia, yang menjadi tantangan dalam pelaksanaan program di daerah 3T.
“Setelah konsultasi, Pemkab Bengkayang dan BGN menyusun langkah tindak lanjut guna mengoptimalkan pelaksanaan program, termasuk penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Bupati.
Sebastianus berharap, dengan persiapan yang matang, program MBG di Kabupaten Bengkayang dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga di wilayah terpencil.
Bupati juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar tepat sasaran dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan di kawasan 3T.















