Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Foto: dok Instagram @a.amran_sulaiman)

Beranda / Ekonomi / Amran Klaim Stok Beras Aman hingga Akhir Tahun

Amran Klaim Stok Beras Aman hingga Akhir Tahun

PravadaNews– Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan cadangan beras pemerintah mencapai empat juta ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga akhir 2026. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi sangat baik. Ia melaporkan cadangan beras pemerintah telah mencapai empat juta ton dan berpotensi meningkat dalam waktu dekat.

“Hari ini cadangan beras mencapai empat juta ton. Data dua hari lalu sudah empat juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai lima juta ton,” kata Amran di Jakarta dikutip Sabtu (14/3/2026). 

Baca juga: Bapanas Perketat Aturan Cadangan Beras

Menurut Amran, jumlah tersebut merupakan cadangan beras tertinggi yang pernah dimiliki pemerintah. Dengan stok saat ini, pemerintah memperkirakan kebutuhan beras nasional dapat terpenuhi selama sekitar 324 hari.

“Ini tertinggi cadangan kita. Ini cukup sampai akhir tahun,” tutur Amran. 

Selain beras, Amran juga melaporkan perkembangan positif pada komoditas strategis lain. Salah satunya adalah peningkatan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Amran menyebut volume ekspor CPO Indonesia meningkat sekitar enam juta ton. Sementara kebutuhan bahan baku untuk program biofuel diperkirakan mencapai 5,3 juta ton.

“Ada kabar menarik, CPO kita, ekspor kita naik enam juta ton. Sedangkan kita butuh untuk biofuel 5,3 juta ton,” kata Amran.

Di sisi lain, Amran menilai sektor pertanian turut menopang perekonomian nasional. Ia menyebut kontribusi sektor tersebut terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 5,74 persen, yang disebutnya sebagai capaian tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Selain itu, kata Amran, Nilai Tukar Petani (NTP) juga disebut meningkat. 

“PDB sektor pertanian ini tertinggi selama 25 tahun, 5,74 persen. Kemudian NTP, tingkat kesejahteraan petani, tertinggi selama 33 tahun,” ujar Amran. 

Amran menilai capaian tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah, termasuk kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) serta penurunan harga pupuk.

“Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan harga pupuk turun 20 persen tanpa membebani Menteri Keuangan,” pungkas Amran.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *