PravadaNews – Cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional berada pada kisaran 27-28 hari, sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipastikan terpenuhi.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan BBM dan pasokan listriik dalam kondisi aman.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ketersediaan BBM dan kelistrikan di sistem Jawa Tengah.
Hasil dari pengecekan, Yuliot menyatakan bahwa BBM dan kelistrikan dalam kondisi baik.
“Untuk ketersediaan BBM, cadangan minimal itu justru jauh sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik Lebaran 2026 ini,” ujar Yuliot dalam keterangan resmi kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Kondisi pasokan energi untuk kebutuhan operasional masyarakat masih di posisi aman. Oleh karena itu, masyarakat tidak khawatir dan panik terhadap ketersediaan BBM.
Baca Juga: Penjualan Tiket Pelni Tembus 56,5 Persen
Selain itu, pemerintah tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM selama periode Lebaran.
“Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah,” kata Yuliot.
Yuliot mengimbau masyarakat untuk tertib ketika mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), apalagi jiak terjadi antrean. “Jangan ada kericuhan. Tentu kita melayani secepat mungkin,” imbuh Yuliot.
Selain BBM, Yuliot juga memastikan bahwa pasokan listrik dalam kondisi terkendali. Yuliot menyebut daya mampu sistem kelistrikan saat ini mencapai 52 gigawatt, sementara beban puncak berada di angka 35 persen.
Dengan demikian, masih tersedia cadangan atau risk margin sekitar 48 persen dari rata-rata kebutuhan harian.
“Jadi, kita memiliki cadangan atau risk margin sekitar 48 persen. Jadi, masyarakat yang perlu khawatir,” jelas Yuliot.
Menurut Yuliot, pemerintah terus bekerja keras menjaga kestabilan pasokan energi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dari Sabang hingga Merauke, termasuk dalam mendukung kelancaran mudik dan perayaan Idulfitri.
Yuliot menambahkan, ketersediaan energi menjadi perhatian utama pemerintah, terutama pada periode meningkatnya kebutuhan seperti menjelang hari raya. “Kita bekerja keras untuk menjaga ketersediaan energi,” pungkas Yuliot.















