PravadaNews – Meningkatnya penggunaan transaksi digital membuat kebutuhan uang tunai masyarakat selama periode Idul Fitri cenderung menurun. Kondisi ini tercermin dari langkah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang menyiapkan kas Rp25 triliun untuk melayani transaksi masyarakat selama libur Lebaran 2026.
Dana tersebut berasal dari saldo rata-rata kas Rp19,7 triliun serta tambahan kebutuhan kas sebesar Rp5,3 triliun yang disiapkan untuk periode layanan tujuh hari selama Lebaran.
Direktur Operations BRI Hakim Putratama mengatakan jumlah uang tunai yang disiapkan tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya karena semakin banyak masyarakat beralih ke pembayaran digital.
“Itu (QRIS dan mobile banking) yang memberikan impact yang luar biasa terhadap penurunan ketersediaan cash,” ujar Hakim, dikutip Kamis (12/3/2026).
Baca juga: Mendag Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Lebaran
Menurut Hakim, tren transaksi melalui QRIS dan aplikasi BRImo terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga Desember 2025, kata Hakim, jumlah pengguna BRImo mencapai 45,9 juta atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan. Nilai transaksi melalui aplikasi tersebut juga meningkat 26,4 persen menjadi Rp7.076,9 triliun.
“Di sisi lain, penggunaan QRIS melalui jaringan BRI juga mencatat pertumbuhan signifikan. Volume penjualan meningkat 100 persen menjadi Rp85,6 triliun, sementara jumlah transaksi melonjak 127,5 persen hingga lebih dari 782,8 miliar transaksi,” ucap Hakim.
Hakim menuturkan, perusahaan memang mendorong pengurangan penggunaan uang tunai sebagai bagian dari upaya efisiensi operasional.
“Kita akan lihat di tahun-tahun berikutnya apakah nanti akan naik atau turun. Tapi sekarang trennya sedang turun karena memang tren belanja dengan QRIS dan penggunaan di BRImo itu lumayan tinggi,” kata Hakim.
Untuk memastikan layanan tetap berjalan selama masa libur Lebaran, lanjut Hakim, BRI membuka layanan terbatas di 186 unit kerja pada 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 pukul 08.00 hingga 15.00 WiB.
Adapun layanan tersebut meliputi pembukaan rekening, setoran dan penarikan tunai, layanan kartu debit, registrasi e-banking, setoran penerimaan negara, serta penanganan keluhan nasabah. Namun, layanan kliring tidak dilakukan karena operasional Bank Indonesia tutup selama libur.
“Selain itu, BRI juga menyiagakan layanan elektronik melalui 19.657 mesin ATM dan CRM, 284.670 EDC, lebih dari 4,6 juta merchant QRIS, serta lebih dari 1,2 juta agen BRILink,” ucap Hakim.
“Perusahaan memastikan seluruh jaringan layanan tetap beroperasi optimal dengan tingkat ketersediaan sistem di atas 99 persen. Selama libur Lebaran, nasabah juga dapat mengakses layanan bantuan melalui Contact BRI 1500017, asisten virtual “Sabrina” di WhatsApp, maupun aplikasi BRImo yang tersedia selama 24 jam,” pungkas Hakim.















