ILustrasi jagung pipil. (Foto: PravadaNews/Gemini IA)

Beranda / Ekonomi / Bulog Sumut Serap 1.784 Ton Jagung Petani

Bulog Sumut Serap 1.784 Ton Jagung Petani

PravadaNews – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menyerap sebanyak 1.784 ton jagung pipil dari petani di daerah tersebut sepanjang periode Januari hingga 20 Maret 2026.

Penyerapan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga hasil pertanian sekaligus melindungi pendapatan petani di tengah fluktuasi pasar.

Langkah tersebut juga mencerminkan komitmen Bulog dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi serapan komoditas lokal.

Selain membantu memastikan hasil panen petani terserap dengan baik, kebijakan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan stok pangan serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Sumatera Utara.

“Realisasi penyerapan jagung pipil terus meningkat pada Maret ini,” ujar Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Sabtu (21/3/2026).

Budi mengatakan, peningkatan tersebut terjadi karena beberapa daerah telah memasuki masa panen, di antaranya Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Karo, Kabupaten Padang Lawas dan Kabupaten Batu Bara.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, bertambahnya penyerapan tersebut tak lepas dari adanya mitra kepada pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara dan jajaran.

“Penyerapan jagung pipil yang dilakukan tersebut dilaksanakan di setiap polres bekerja sama dengan petani setempat, dan selebihnya pihak lain,” tutur Budi.

Namun demikian, Budi mengakui penyerapan belum maksimal lantaran harga jagung di pasar relatif tinggi, yakni berkisar Rp6.700 hingga Rp7.000 per kilogram. Sementara itu, harga pembelian Bulog sebesar Rp6.400 per kilogram di tingkat petani.

Harga tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Gabah dan Beras yang berlaku sejak 15 Januari 2025.

Budi menambahkan, potensi penyerapan juga terbuka di Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat yang diperkirakan memasuki masa panen pada Maret 2026.

“Secara total stok di gudang sebanyak 3.792 ton. Jumlah itu bisa untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur,” ucap Budi.

Pihaknya tinggal menunggu perintah dari pemerintah pusat untuk menyalurkan jagung SPHP kepada peternak ayam petelur di daerah tersebut.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *