PravadaNews – Pemerintah China menyerukan penghentian operasi militer di Iran dan meminta semua pihak menahan diri demi mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara sesi keempat Kongres Rakyat Nasional (National People’s Congress/NPC) ke-14, Lou Qinjian, mengatakan Beijing memantau perkembangan dengan cermat dan mendorong penyelesaian melalui dialog serta negosiasi.
“China menyerukan penghentian segera operasi militer, mencegah peningkatan ketegangan lebih lanjut, dan melanjutkan dialog dan negosiasi untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah,” kata Lou dalam konferensi pers, dikutip Kamis (5/3/2026).
Baca juga: Iran: Perang Berakhir jika Agresi Setop
Lou menegaskan, kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Iran harus dihormati. Menurut Lou, prinsip saling menghormati dan kesetaraan antarnegara baik besar maupun kecil merupakan tuntutan kemajuan sejarah sekaligus prinsip utama Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Tidak ada negara yang berhak mendominasi urusan internasional, mendikte nasib negara lain, atau memonopoli keunggulan pembangunan, apalagi memaksakan kehendaknya pada dunia,” ujar Lou.
Lou menambahkan, China akan terus menjalankan perannya sebagai negara besar yang bertanggung jawab dalam merespons dinamika geopolitik di kawasan tersebut.
Adapun pernyataan itu disampaikan menjelang pembukaan sidang tahunan Kongres Rakyat Nasional, forum legislatif tertinggi di China yang kerap menjadi ajang penegasan sikap resmi Beijing terhadap isu-isu global.
Sikap Beijing ini sekaligus menegaskan posisinya yang menolak dominasi sepihak dalam tata kelola internasional, sembari mendorong pendekatan diplomatik dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah.















