PravadaNews – Pemulihan infrastruktur dan permukiman warga pascabanjir bandang yang melanda Aceh pada 25 November 2025 kini telah menjadi kebutuhan mendesak, terutama di Kabupaten Nagan Raya.
Setelah masa tanggap darurat dinyatakan selesai, perhatian kini tertuju pada upaya rehabilitasi sarana publik dan rumah warga yang rusak parah.
Anggota DPR RI Teuku Zulkarnaini mengungkapkan bahwa kerusakan terparah dilaporkan telah terjadi di daerah Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Sosok yang akrab disapa Teuku itu mengatakan, di daerah itu tercatat sejumlah rumah warga hilang dan mengalami kerusakan cukup berat akibat terjangan banjir bandang.
Baca juga: DPR Minta Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik Lebaran
“Persoalan tanggap darurat di Aceh saat ini sudah selesai, yang diperlukan sekarang ini Adalah pemulihan infrastruktur dan permukiman masyarakat,” ungkap Teuku, Senin (2/3/2026).
Selain itu, masyarakat di daerah Kecamatan Darul Makmur, Tadu Raya, dan Tripa Makmur juga terdampak, termasuk kerusakan berbagai fasilitas infrastruktur.
Di sisi lain, Teuku menilai bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan kembali wilayah terdampak.
Menurutnya, kapasitas fiskal dari pemerintah daerah tidak memadai untuk menanggung seluruh beban rehabilitasi skala besar.
“Keuangan daerah sangat terbatas dan tidak akan mampu menangani perbaikan infrastruktur akibat bencana secara menyeluruh,” ujar Teuku.
Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah pusat akan menjadi salah satu kunci agar proses pembangunan infrastuktur dan pemukiman masyarakat dapat segera direalisasikan.
Meski demikian, menurut Teuku, perencanaan teknis dan pendataan perihal data kerusakan tetap harus bersumber dari pemerintah daerah yang memahami kondisi lapangan secara detail.
Teuku menambahkan, dengan tingkat kerusakan yang disebut cukup parah, khususnya di Nagan Raya, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dinilai menjadi harapan utama masyarakat untuk mempercepat pemulihan kehidupan pascabanjir.
“Daerah yang lebih tahu detail kerusakan akibat bencana, maka kita berharap pemerintah segera membangun sarana yang rusak akibat bencana di Aceh, termasuk di Kabupaten Nagan Raya yang kerusakan nya sangat parah,”tutup Teuku. (GIB)















