PravadaNews – Perang yang melanda Timur Tengah membuat harga avtur melonjak. Hal ini akan sangat berdampak pada harga tiket penerbangan.
Bahkan, krisis avtur ini telah membuat Vietnam memangkas jadwal penerbangan secara ekstrem karena keterbatasan pasokan avtur.
Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim mengingatkan pemerintah agar menangani krisis avtur dengan serius.
Sehingga, Indonesia tidak mengikuti langkah Vietnam yang memangkan jadwal penerbangan.
“Kita harus belajar dari negara lain. Krisis avtur sampai memaksa pengurangan penerbangan secara drastis adalah peringatan serius. Indonesia tidak boleh mengalami hal yang sama,” kata Rivqy kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: Pemda Jangan Pecat Guru PPPK Paruh Waktu
Rivqy menegaskan, transportasi udara memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi nasional
Rivqy mengatakan, kondisi ini bisa menjadi momentum untuk mengevaluasi biaya penerbangan nasional.
“Kita perlu melihat ini secara komprehensif, bukan hanya jangka pendek, tetapi juga bagaimana membangun ketahanan energi sektor penerbangan ke depan,” kata Rivqy.
Sebagai langkah konkret, Rivqy mengusulkan pemerintah mempertimbangkan pemberian subsidi terbatas atau insentif fiskal bagi maskapai.
Hal itu dilakukan untuk menahan lonjakan tarif tiket dalam jangka pendek.
Rivqy mendorong peningkatan kapasitas produksi avtur dalam negeri serta efisiensi distribusinya untuk menekan biaya logistik.
Selain itu, Rivqy menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara perusahaan penerbangan pelat merah dan maskapai swasta di Indonesia guna menjaga stabilitas industri di tengah tekanan global.
“Kolaborasi antara maskapai BUMN dan swasta harus diperkuat agar industri penerbangan nasional lebih tangguh menghadapi krisis,” kata Rivqy.
Rivqy berharap pemerintah dapat bergerak cepat dan responsif agar dampak kenaikan harga avtur global tidak membebani masyarakat secara berlebihan.
“Yang kita jaga bukan hanya industri penerbangan, tetapi juga aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi yang terjangkau,” pungkas Rivqy.















