Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengunggah foto bersama dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di laman Instagram pribadinya sebagai simbol berakhirnya aksi saling sindir antara keduanya. Sumber : instagram Sakti Wahyu Trenggono @swtrenggono

Beranda / Ekonomi / Dua Menteri Prabowo Saling Sindir Soal Dana Proyek Galangan Kapal

Dua Menteri Prabowo Saling Sindir Soal Dana Proyek Galangan Kapal

PravadaNewa – Sikap saling sindir antara sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyita perhatian publik.

Polemik itu muncul berawal dari pernyataan yang dilontarkan oleh Purbaya dalam agenda diskusi yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta Selasa, 10 Februari 2025.

Dalam agenda diskusi itu, Purbaya menyoroti rendahnya penyerapan anggaran dari pemerintah untuk mendukung pertumbuhan industri galangan kapal nasional terutama pada program peremajaan kapal.

Pernyataan tersebut dilontarkan Purbaya usai mendapat jawaban dari pihak pengusaha galangan yang hadir bahwa mereka belum mendapat pesanan kapal dari KKP.

Baca juga:Kemendag Gelar Pasar Murah Tanpa APBN

“Berapa dari Anda yang sudah menerima order dari KKP? (Belum, jawab audiens). Kan Aneh, enggak masuk akal, uangnya gue keluarin. Ini mungkin kalian kurang aktif atau gimana nih? Kenapa KKP belum ada order ke sana?” kata Purbaya.

Purbaya pun merasa heran terkait kebijakan Kementerian KKP yang belum memesan industri galangan kapal nasional padahal pihaknya sudah mengalirkan dana untuk pengadaan kapal di KKP.

“Ke depan, kalau masih mau industri kita maju, demand domestik harus diamankan. Presiden tadi bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya. Itu kan pasti akan diganti,” ujar Purbaya seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Selasa (17/2/2025).

Selain itu Purbaya juga turut mengingatkan Trenggono untuk menghentikan pembelian kapal dari luar negeri demi mendukung industri kapal nasional untuk pertumbuhan ekonomi.

“Kalau saya melihat kondisi galangan kapal domestik mungkin seperseratusnya, mungkin lebih sedikit lagi. Alasannya harganya mahal, bahan bakunya mahal, dipajakin, kan kalau gitu bisa datangi saya, kalau perlu saya subsidi,” jelas Purbaya.

Dalam kesempatannya, Purbaya mengaku tidak akan segan untuk memberikan anggaran subsidi ke Kementerian KKP dengan syarat tidak melakukan pembelian kapal dari luar negeri.

Menurutnya, langkah itu diambil demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta sebagai langkah nyata dari pemerintah untuk mendukung kemajuan industri galangan kapal domestik. “Asalkan dia (KKP) jangan beli kapal luar negeri lagi, kalau beli kapal luar negeri lagi, rugi saya,” tutur nya.

Trenggono Sindir Purbaya

Tak berselang lama, pernyataan Purbaya itu langsung mendapat sambutan dari Trenggono melalui laman Instagram pribadinya yang menyindir Purbaya untuk cerdas dan memahami lebih dulu terkait masalah yang terjadi sebelum memberikan komentar lebih jauh.

Trenggono menegaskan dana peremajaan dan pembangunan kapal yang digunakannya itu bukan berasal dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melainkan berasal dari pinjaman luar negeri.

Baca juga: Polemik Data PBI BPJS Kesehatan Kurang Apik

“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda faham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK (Inggris),” tulis Menteri KKP, Selasa (10/2).

Selain itu, Trenggono juga turut meminta Purbaya mengkonfirmasi langsung kepada anak buahnya mengenai pendanaan peremajaan dan pembangunan kapal kepada Kementrian KKP.

“Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, bener enggak itu uang kapal sudah dikucurkan?” tambahnya.

Purbaya Respon Sindiran Trenggono

Bagaikan gayung bersambut, poin sindiran Trenggono pun kembali direspon Purbaya. Ia mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini belum melihat adanya realisasi pemesanan kapal meski program tersebut sudah dipromosikan oleh Kementerian KKP.

“Ya saya enggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuma cek ke galangan, ada enggak yang diorder? Belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan, saya enggak tahu,” ujar Purbaya, Rabu (11/2/2025)

Purbaya pun menegaskan, bahwa pihaknya akan kembali melakukan pengecekan kepada anak buahnya untuk memastikan sinkronisasi dan akurasi data antara Kemenkeu dengan KKP.

Disisi lain, Purbaya juga menyoroti mengenai keputusan Trenggono soal pinjaman luar negeri untuk mendukung program peremajaan dan pembuatan kapal. Ia menyebut semestinya proses pinjaman luar negeri itu harus melalui skema dan mekanisme di Kemenkeu.

“Yang betul Pak Trenggono mungkin, saya datanya salah. Karena sebagian katanya uangnya ke pinjaman, tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga kan, tetap aja,” bebernya.

Akhir Polemik Trenggono Purbaya

Mengetahui telah ramai menjadi perhatian publik, aksi saling sindir antara Purbaya dan Trenggono pun telah berakhir. Hal itu terungkap setelah Trenggono melalui laman akun Instagram pribadinya telah mengunggah foto bersama dengan Purbaya.

Adapun terdapat dua gambar foto yang di unggah dalam akun resmi Instagram pribadi Trenggono. Foto pertama merupakan tangkapan layar pemberitaan yang memuat judul pengakuan Purbaya soal kemungkinan dirinya salah data terkait anggaran kapal.

Kemudian foto kedua, merekam momen Trenggono dan Purbaya bersebelahan dalam suatu forum. Keduanya tersenyum lebar Unggahan foto bersama pentolan Kemenkeu itu pun telah menjadi gambaran representasi akhir dari aksi saling sindir antara kedua pembantu Presiden RI Prabowo Subianto tersebut.

Dalam unggahnya, Trenggono pun mengajak Purbaya untuk kembali fokus bekerja membantu Presiden Prabowo dalam menahkodai kapal Nusantara. “That’s all folks. Back to work ya,” tutur Menteri KKP. (GIB)

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *