PravadaNews – Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri bersiap menatap debut mereka sebagai tandem di ajang tertua dunia, All England Open 2026. Turnamen level Super 1000 itu akan berlangsung pada 3–8 Maret mendatang di Utilita Arena.
Fajar menegaskan persiapan mereka sudah dimatangkan sejak sebulan terakhir usai tampil di Indonesia Masters 2026.
“Persiapan kami sudah maksimal karena sudah sangat panjang setelah terakhir ikut turnamen di Indonesia Masters 2026 sebulan lalu,” kata Fajar dikutip, Selasa (24/2/2026).
Mengusung status peringkat keempat dunia, Fajar/Fikri datang bukan sekadar sebagai peserta. Pasangan ini membawa misi besar menembus podium tertinggi, sekaligus membuka lembaran baru sebagai pasangan di All England.
“Soal target juara kami sudah terbiasa karena pernah mengalaminya. Justru memacu kami untuk lebih percaya diri. Bukan menjadi beban,” ujar Fajar.
Baca Juga: Persib Bertekad Tumbangkan Ratchaburi di GBLA
Bayang-bayang Juara Bertahan
Ambisi itu tak lepas dari tantangan besar yang menanti. Hal itu karena juara bertahan asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, diprediksi kembali menjadi batu sandungan utama.
Tahun lalu, pasangan tersebut tampil dominan dengan mengoleksi 11 gelar BWF World Tour, termasuk mempertahankan gelar All England.
Rekam jejak pertemuan menunjukkan Fajar/Fikri kerap terhenti oleh Kim/Seo. Kekalahan terjadi di semifinal China Masters serta final Korea Open dan French Open.
Satu-satunya kemenangan Fajar/Fikri atas pasangan Korea itu hadir pada perempat final China Open, yang menjadi pertemuan perdana kedua pasangan.
Fajar tak menampik kualitas sang rival, namun ia menolak menjadikan Kim/Seo sebagai satu-satunya fokus.
“Kim/Seo luar biasa ya bisa mempertahankan juara di event-event besar tahun lalu, termasuk All England, tapi bukan menutup kemungkinan pasangan lain tidak bisa mengalahkan mereka,” ujar Fajar.
“Selalu ada harapan buat juara di All England dan yang pasti kami juga tidak mau terlalu fokus terhadap satu lawan saja. Mau Kim/Seo atau siapa pun, kami ingin melakukan yang terbaik,” sambung Fajar.
Baca Juga: Atletico Madrid Diunggulkan Tekuk Club Brugge
Konsistensi Jadi Modal
Secara performa, Fajar/Fikri tengah berada dalam tren positif. Tahun lalu mereka menjuarai China Open 2025 serta menjadi finalis di Korea Open, Denmark Open, French Open, dan Australian Open.
Awal 2026 juga dilalui dengan capaian semifinal Malaysia Open dan perempat final Indonesia Masters.
Konsistensi itu menempatkan mereka sebagai ganda putra terbaik Indonesia saat ini. Namun, All England memiliki karakter berbeda—tekanan sejarah, atmosfer arena, dan persaingan elite dunia menuntut kesiapan mental lebih dari sekadar statistik.














