PravadaNews– Film horor eksorsisme Indonesia Kuasa Gelap dipastikan berlanjut ke volume kedua berjudul Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Pengumuman itu disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, sekaligus memastikan jadwal penayangan di bioskop pada 2026.
Sekuel ini melanjutkan capaian film pertama yang dirilis pada 2024 dan mendapat perhatian luas. Film tersebut dinilai menghadirkan perspektif berbeda dalam genre horor Indonesia, terutama melalui pendekatan eksorsisme dengan sudut pandang iman Katolik yang jarang diangkat.
Cast sekaligus Executive Producer, Jerome Kurnia, mengaku tidak menyangka film pertama memperoleh sambutan besar dari publik. Jerome menyebut keberhasilan itu menjadi dorongan untuk melanjutkan cerita ke tahap berikutnya.
“Awalnya kami hanya ingin menghadirkan sesuatu yang belum pernah dibuat, tentang eksorsisme. Ternyata diterima oleh banyak orang, dan itu membuat saya sangat bahagia. Sekarang kami bisa membuat yang kedua, dan semoga bisa terus memberikan pandangan baru,” kata Jerome dikutp Sabtu (28/3/2026).
Baca juga : HBO Rilis Cuplikan Perdana Serial “Harry Potter”
Dalam sekuel ini, cerita disebut akan berkembang dengan pendekatan berbeda. Jika film pertama berfokus pada perjalanan dan trauma karakter Thomas, film kedua akan menggali lebih dalam masa lalu serta sisi kemanusiaannya.
Penonton juga akan disuguhi konflik baru terkait kelayakan Thomas sebagai seorang eksorsis.
Sementara itu, Andi menyatakan film ini tidak hanya mengandalkan unsur horor, tetapi juga membawa pesan reflektif.
“Kami ingin penonton belajar bahwa hal-hal negatif seperti pesugihan bisa memberikan dampak besar, terutama bagi keluarga. Ini bukan sekadar horor, tapi juga refleksi,” ujar Andi.
Selain pengembangan cerita, film ini juga menjadi langkah baru bagi Jerome Kurnia yang untuk pertama kalinya terlibat lebih jauh di balik layar sebagai bagian dari tim produksi.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan dibintangi sejumlah aktor Indonesia, antara lain Lukman Sardi, Ferry Salim, Feby Febiola, dan Kiki Narendra.
Dengan cerita yang diklaim lebih gelap, penguatan tema budaya, serta keterlibatan tim produksi yang lebih luas, film ini diproyeksikan menjadi salah satu horor Indonesia yang paling dinanti pada 2026.















