PravadaNews – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menegaskan PSI bukanlah partai yang dimiliki oleh kelompok tertentu atau segelintir orang, melainkan terbuka bagi siapa saja yang memiliki visi dan komitmen yang sama.
Pernyataan ini disampaikan untuk menegaskan posisi PSI sebagai partai inklusif yang memberi ruang bagi kader dengan latar belakang beragam, baik dari sisi pengalaman politik, profesi, maupun asal partai sebelumnya.
Menurut Grace, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan dalam membangun soliditas dan memperluas jangkauan dukungan, seiring upaya partai memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat.
Dengan prinsip keterbukaan ini, PSI berharap mampu menarik lebih banyak partisipasi publik serta menciptakan dinamika internal yang sehat dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Karena PSI merupakan partai yang super terbuka.
Baca juga: DPR Dorong PMI Berbasis Skill Bukan Lagi ART
“PSI adalah partai super terbuka, di mana semua orang diterima, semua orang adalah pemegang saham. Partai ini bukan partai keluarga, bukan partai sekelompok orang segelintir orang saja,” ujar Grace di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Grace melanjutkan, pihaknya masih menantikan tokoh-tokoh lain bisa bergabung dengan PSI. Mereka siap menerima siapa pun.
“Jadi PSI terus menantikan dan dengan tangan terbuka menunggu bergabungnya tokoh-tokoh yang lain lagi termasuk tokoh-tokoh yang mungkin dalam benaknya teman-teman,” ucap Grace.
Grace menuturkan PSI akan secara terbuka menggandeng tokoh yang bergabung. Grace ingin para tokoh itu berjuang bersama.
“Yang pasti kami menghargai optimisme dan kepercayaan dari para tokoh-tokoh nasional yang mau berlabuh berjuang bersama-sama di PSI,” ucap Grace.
Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep memeriksa kesiapan struktur kepengurusan Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) hingga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PSI.
Kaesang menyebut ada beberapa Ketua DPW-DPD yang dipimpin oleh seseorang yang pindah dari partai lain.
“NTB ini juga udah bagus padahal ketuanya baru juga kan? Mana NTB? Ketua NTB Mantan sekretaris partai sebelah,” ujar Kaesang.
Ketua DPD PSI NTB itu adalah Halalu Budi Suryata yang sebelumnya dari Partai PDI Perjuangan. Selain itu, ada Ketua DPW PSI Sumatera Selatan Heri Amalindo, mantan kader PDIP sekaligus mantan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir














