Ilustrasi harga pangan tekan inflasi. (Foto: PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Harga Pangan Tekan Inflasi Papua

Harga Pangan Tekan Inflasi Papua

PravadaNews – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya menyatakan penurunan maupun stabilisasi harga sejumlah komoditas pangan memberikan dampak signifikan terhadap laju inflasi di wilayah Papua Pegunungan secara menyeluruh.

Kondisi ini mencerminkan peran penting sektor pangan dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah, terutama di tengah dinamika distribusi dan ketersediaan barang di kawasan pegunungan.

Menurut BPS, terkendalinya harga bahan pokok tidak hanya membantu menahan tekanan inflasi, tetapi juga berkontribusi terhadap daya beli masyarakat yang lebih terjaga.

Baca juga: Harga Pangan Melayang Pasca Lebaran?

Dengan demikian, stabilitas harga pangan menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan ekonomi regional, sekaligus menunjukkan efektivitas upaya pengendalian harga yang dilakukan oleh berbagai pihak di wilayah tersebut.

Kepala BPS Kabupaten Jayawijaya Arther L Purmiasa mengatakan, inflasi secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada Januari 2026 di wilayah Papua Pegunungan sebesar 2,93 persen, dan angka tersebut berhasil diturunkan hingga 0,63 persen pada Februari.

Penurun inflasi ini disebabkan dipengaruhi penurunan atau stabilisasi harga komoditas pangan pokok seperti beras dan ketela.

“Serta adanya intervensi positif dari pemerintah daerah,” kata Arther dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3/2026).

Menurut Arther, penurunan inflasi pada Februari 2026 diikuti dengan kenaikan indeks harga konsumen (IHK) 115,90. hal itu sesuai data inflasi di Papua Pegunungan pada bulan Februari terendah seluruh Indonesia.

“Ini sesuatu yang patut dibanggakan,” ujar Arther.

Arther mengatakan, pada Februari 2026 inflasi yoy Papua Pegunungan sebesar 0,63 persen dan tingkat inflasi year-to-date (ytd) sebesar 0,43 persen. Tingkat inflasi yoy untuk Februari 2025 sebesar 7,99 persen, sedangkan tingkat inflasi yoy untuk Februari 2024 sebesar 2,87 persen.

“Kalau dilihat dari tingkat inflasi sejak 2024-2026 mengalami perubahan-perubahan yang signifikan, di mana ada upaya dari pemerintah daerah menurunkan tingkat kemahalan di daerah ini sesuai usulan yang kami berikan,” kata Arther.

Arther menambahkan, untuk perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Februari 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan kabupaten IHK di Papua Pegunungan pada Februari 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 0,63 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 115,17 pada Februari 2025 menjadi 115,90 pada Februari 2026.

“Tingkat inflasi month-on-month sebesar 0,49 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 0,43 persen,” ungkap Arther.

BPS Kabupaten Jayawijaya bertanggung jawab menghitung atau mengukur sejauh mana inflasi di wilayah Papua Pegunungan yang meliputi delapan kabupaten di antaranya Jayawijaya, Nduga, Yahukimo, Tolikara, Mamberamo Tengah, Pegunungan Bintang, Yalimo dan Lanny Jaya.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *