Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan. (Foto: Dok. DPR RI)

Beranda / Politik / Harga-Produksi Pangan Mulai Terdampak

Harga-Produksi Pangan Mulai Terdampak

PravadaNews – Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan kembali memicu peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di berbagai wilayah Indonesia pada pekan kedua Maret 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 25 provinsi mengalami kenaikan IPH, sementara 13 provinsi lainnya justru mengalami penurunan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, kenaikan IPH tertinggi tercatat di DKI Jakarta dengan peningkatan sebesar 2,85 persen.

Sementara itu, Gorontalo menempati posisi kedua dengan kenaikan 1,78 persen, disusul Nusa Tenggara Barat sebesar 1,71 persen.

“Kenaikan IPH juga terjadi di sejumlah provinsi lain seperti Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Barat, Jawa Timur, dan juga Maluku Utara,” kata Ateng di Jakarta, Senin(16/3/2026).

Baca Juga: Bagaimana Desain WFH ASN untuk Hemat BBM?

Sementara itu, Komisi IV DPR RI menyoroti dampak besar atas konflik di Timur Tengah akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengatakan, konflik tersebut dapat berdampak pada sektor pangan global.

Daniel menyebutkan, eskalasi yang terjadi di Timur Tengah akan mengganggu produksi pangan dunia, salah satunya terganggunya ketersediaan pupuk yang selama ini menjadi komponen vital produksi pertanian.

“Perang di Timur Tengah akan sangat berdampak pada produksi pangan dunia. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya pasokan pupuk,” jelas Daniel kepada wartawan, Rabu (18/3/2026).

Daniel mengatakan, negara-negara seperti Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab merupakan empat eksportir utama pupuk nitrogen dunia.

Konflik yang terjadi menyebabkan gangguan serius terhadap pasokan gas sebagai bahan baku utama pupuk, akibat serangan drone dan rudal.

“Kondisi ini memaksa sejumlah negara tersebut menghentikan produksinya. Jika pasokan pupuk terganggu, maka produksi pangan global akan ikut menurun,” kata Daniel.

Baca Juga: DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Uang Pensiun Pejabat Negara

Tidak hanya itu saja, Daniel menyoroti dampak perang terhadap kenaikan harga minyak dunia. Menurutnya, lonjakan harga energi akan berimbas pada biaya produksi pertanian serta distribusi logistik pangan.

“Kenaikan harga minyak akan meningkatkan biaya produksi dan distribusi pangan. Ini akan berdampak pada kenaikan harga pangan secara keseluruhan,” kata Daniel.

Oleh karena itu, Daniel Johan meminta pemerintah Indonesia untuk segera membuat langkah-langkah mitigasi dan antisipatif guna menghadapi potensi kenaikan harga pangan di dalam negeri.

“Pemerintah harus melakukan berbagai langkah strategis agar dampak ini tidak memberatkan masyarakat. Stabilitas harga pangan harus dijaga,” imbuh Daniel.

Daniel menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi sumber pangan, optimalisasi produksi dalam negeri, serta pengamanan pasokan pupuk dan energi.

Daniel berharap pemerintah dapat bergerak cepat dan terukur dalam merespons dinamika global agar masyarakat tidak menjadi pihak yang paling terdampak dari konflik geopolitik tersebut.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *