Ilustrasi Pergerakan Saham (Foto: dok Instagram @beiidx) 

Beranda / Ekonomi / IHSG Ditutup Melemah

IHSG Ditutup Melemah

PravadaNews- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Kamis sore, 12 Maret, seiring sentimen negatif dari pasar global akibat lonjakan harga minyak mentah.

IHSG terkoreksi 27,28 poin atau 0,37 persen ke level 7.362,12. Sementara indeks saham unggulan LQ45 turun 1,06 poin atau 0,14 persen ke posisi 751,19.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan pelemahan indeks dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

“Sentimen negatif antara lain berasal dari masih berlangsungnya konflik antara Amerika Serikat dengan Iran, yang menimbulkan harga minyak mentah kembali mengalami penguatan,” kata Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (13/3/2926). 

Baca juga: IHSG Menguat di Tengah Bayang Koreksi

Adapun harga minyak mentah global tercatat melonjak pada perdagangan hari ini. Minyak jenis West Texas Intermediate naik 5,48 persen menjadi 92,03 dolar AS per barel, sedangkan minyak jenis Brent meningkat 5,69 persen ke level 97,21 dolar AS per barel pada pukul 16.45 WIB.

“Kenaikan harga minyak dipicu laporan serangan terhadap sejumlah kapal tanker di kawasan Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global,” tutur Ratna. 

“Situasi tersebut terjadi tidak lama setelah International Energy Agency mengumumkan pelepasan cadangan minyak mentah dalam skala besar,” tambah Ratna. 

Menurut Ratna, belum adanya tanda-tanda deeskalasi di kawasan Teluk Persia membuat harga minyak tetap tinggi karena potensi gangguan distribusi di Selat Hormuz masih membayangi pasar.

“Menyikapi masih tingginya ketidakpastian kapan perang ini akan berakhir, semakin meningkatkan risiko akan dampaknya terhadap kenaikan inflasi dan perlambatan ekonomi global,” ujar Ratna. 

Dalam perdagangan Kamis, lanjut Ratna, IHSG sempat dibuka menguat dan bertahan di zona hijau hingga akhir sesi pertama. Namun pada sesi kedua indeks berbalik melemah hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor mencatat penguatan, yakni sektor transportasi dan logistik yang naik 1,22 persen serta sektor teknologi yang menguat 0,26 persen. Sementara itu sembilan sektor lainnya mengalami penurunan, dipimpin sektor barang konsumen nonprimer yang terkoreksi 1,85 persen, diikuti sektor properti turun 1,18 persen dan sektor barang baku melemah 1,15 persen.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *