PravadaNews – Pemerintah Iran membantah telah melakukan pembicaraan apa pun dengan Amerika Serikat, bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut adanya “percakapan produktif” antara kedua negara.
Kantor berita semi-resmi Mehr mengutip sumber di Teheran yang menegaskan tidak ada dialog yang berlangsung dengan Washington.
“Tidak ada dialog antara Teheran dan Washington,” kata sumber tersebut dikutip Selasa (24/3/2026).
Baca juga : Konflik Teluk Rugikan Maskapai Rp900 Triliun
Pernyataan Trump tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya menurunkan harga energi dan mengulur waktu untuk melaksanakan rencana militer.
Sumber yang sama menyebut sejumlah negara di kawasan memang mengajukan inisiatif untuk meredakan ketegangan, namun menegaskan Iran bukan pihak yang memulai konflik.
“Kami bukanlah pihak yang memulai perang ini, dan semua tuntutan tersebut harus diarahkan ke Washington,” ujar sumber tersebut.
Sebelumnya, Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social, menyatakan bahwa AS dan Iran telah melakukan pembicaraan intensif selama dua hari terakhir.
“Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif,” kata Trump.
Trump menambahkan bahwa berdasarkan nada dan isi percakapan tersebut, Trump memerintahkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari.
Menurut Trump, penundaan itu bergantung pada kelanjutan pertemuan dan diskusi yang disebutnya masih berlangsung sepanjang pekan ini.
Pernyataan yang saling bertolak belakang ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi kawasan sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan yang menampung aset militer AS. Serangan balasan itu menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan.














