PravadaNews – Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, menuding Amerika Serikat dan Israel melakukan pelanggaran kedaulatan negaranya dengan secara terbuka menyatakan tujuan mengganti rezim di Teheran.
Dalam rapat Dewan Keamanan PBB, Iravani mengatakan pernyataan para pemimpin kedua negara itu merupakan pengakuan atas agresi terhadap Iran.
“Presiden AS dan Perdana Menteri rezim Israel mengaku bertanggung jawab atas agresi ini dan menyatakan tujuan mereka adalah mengganti rezim. Pengakuan jelas untuk melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Iran,” kata Iravani dalam keterangannya dikutip Minggu (1/3/2026).
Baca juga: Ayatollah Khamenei Gugur
Menurut dia, tindakan militer yang dilakukan kedua negara tersebut tidak bisa dibenarkan sebagai bentuk pembelaan diri.
“Agresi militer yang dilakukan AS dan Israel tidak memenuhi kriteria sah untuk membela diri,” ujar Iravani.
Iravani menegaskan, dalih keamanan yang disampaikan Washington dan Tel Aviv tidak dapat menjadi dasar legitimasi atas serangan terhadap Iran. I
“Langkah tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kedaulatan negara yang diatur dalam Piagam PBB,” ucap Iravani.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengutuk eskalasi militer yang terjadi di Timur Tengah menyusul serangan terhadap Iran dan aksi balasan di kawasan. Guterres pun memperingatkan risiko meluasnya konflik regional jika permusuhan tidak segera dihentikan.
“Saya mengutuk eskalasi militer yang terjadi hari ini di Timur Tengah. Penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta tindakan balasan Iran di seluruh kawasan, merusak perdamaian dan keamanan internasional,” kata Guterres dalam pernyataan dari New York di kutipan Minggu (1/3).
Menurut Gueterres, seluruh negara anggota PBB terikat kewajiban hukum internasional, termasuk mematuhi Piagam PBB. Gueterres mengutip ketentuan piagam yang melarang.















