PravadaNews – Tentara Iran melancarkan serangan terhadap Israel dan AS sebagai bagian dari kampanye terhadap agresi AS-Israel yang sedang berlangsung di negara tersebut.
Dalam pernyataan hari Minggu, tentara Iran mengatakan, telah berhasil melakukan serangan terhadap kompleks petrokimia dan fasilitas penyimpanan produk minyak di wilayah pendudukan Israel selatan.
Selain itu, tentara Iran juga melancarkan serangan terhadap fasilitas darurat yang digunakan oleh militer Amerika Serikat untuk menyimpan peralatan dan unit komunikasi satelitnya di Kuwait.
Melansir dari Press TV, disebutkan bahwa lokasi petrokimia dan produk minyak Israel yang menjadi sasaran serangan tersebut termasuk instalasi penyimpanan darurat bawah tanah yang memainkan peran kunci dalam pasokan energi ke wilayah pendudukan selatan yang dikendalikan oleh rezim Israel.
Baca Juga: Cerita Tentang Kapal Malaysia Boleh Lalui Selat Hormuz
Pernyataan itu mengatakan, bahwa fasilitas militer AS di Pulau Bubiyan, Kuwait, telah digunakan sebagai pusat komando dan kendali utama bagi pasukan Amerika yang beroperasi di wilayah Asia Barat dan telah menampung depot amunisi, sistem rudal utama seperti HIMARS, serta peralatan komunikasi dan pengawasan.
Militer Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat telah membangun kamp baru di Bubiyan setelah pangkalan militer Arifjan di Kuwait diserang secara besar-besaran oleh militer Iran melalui rudal dan drone pada awal agresi AS-Israel di awal Februari.
Dikatakan bahwa AS berupaya menggunakan kamp baru tersebut untuk mengelola “operasi jahat” yang terus berlanjut terhadap Iran.
Serangan-serangan ini terjadi ketika Iran meningkatkan operasinya untuk menyerang berbagai target di negara-negara regional dan di wilayah yang diduduki Israel sebagai balasan atas agresi AS-Israel yang sedang berlangsung terhadap negara tersebut.
Serangan balasan tersebut telah menimbulkan kerugian besar bagi AS dan kemampuan militer serta rezim ekonomi Israel untuk melanjutkan agresi.















