Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (Foto: dok Humas Polri)

Beranda / Hukum / Kapolri Ajak Media Perkuat Sinergi

Kapolri Ajak Media Perkuat Sinergi

PravadaNews– Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menggelar pembagian takjil dan buka puasa bersama insan pers di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (25/2/2026). Sigit mengungkapkan, kegiatan ini disebut sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan media di tengah tantangan arus informasi digital.

“Dan ini tentunya bagian dari upaya kita untuk terus menjaga tali silaturahmi, yang tentunya ini juga menjadi salah satu kekuatan,” ujar Sigit dalam keterangan resminya dikutip Kamis (26/2/2026).

Adapun acara diawali dengan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di depan kantor Mabes Polri. Kapolri Sigit bersama pejabat utama Polri dan jurnalis turun langsung membagikan bingkisan buka puasa kepada pengendara, ojek online, dan warga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana hangat.

Baca juga: Bareskrim Bongkar Jaringan Perdagangan Bayi

Dalam sambutannya, Sigit menekankan posisi strategis pers bagi institusi Polri. Menurut Mantan Ajudan Presiden Joko Widodo tersebut, media merupakan representasi suara publik yang harus didengar dan direspons cepat oleh aparat penegak hukum.

“Dan oleh karena itu tentunya, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman media yang terus menyampaikan informasi,” ucap Sigit.

“Begitu media menyuarakan suara publik, artinya di situ juga lah kami harus segera bergerak dan merespons cepat. Karena kita menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar,” sambung Sigit.

Eks Kabareskrim itu, menegaskan Polri memiliki kewajiban menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui pemberitaan. Menurut Sigit, kekuatan bangsa terletak pada persatuan dan kesatuan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.

Lebih jauh, Sigit menyoroti perkembangan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan deepfake, yang memicu maraknya misinformasi dan disinformasi. Fenomena tersebut, kata dia, tidak hanya menjadi isu global tetapi juga berdampak pada kehidupan dalam negeri.

“Salah satunya adalah masalah misinformasi dan disinformasi. Salah satunya itu juga yang saat ini tidak hanya berada di dalam tataran global, namun juga masuk ke situasi dalam negeri, situasi kehidupan kita sehari-hari. Dan tentunya, ini menjadi tantangan kita semua,” ujar Sigit.

Karena itu, Sigit berharap media tetap menyajikan informasi yang jujur, akurat, dan dapat dipercaya. Ia menyebut pers sebagai alat kontrol dan penghubung antara masyarakat dan institusi negara.

“Harapan kita tentunya media, sebagai salah satu alat kontrol, alat komunikasi yang mewakili suara publik, tentunya terus bisa mewakili publik untuk menjadi alat penghubung,” tutur Sigit.

“Dan tentunya harapan kita, dan kami menyadari bahwa media memiliki peran yang sangat luar biasa untuk turut menjaga stabilitas keamanan nasional,” pungkas Sigit.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *