PravadaNews– Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat penurunan angka kecelakaan selama arus balik Lebaran setelah penerapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah nasional di jalan tol.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengatakan angka kecelakaan turun 2,8 persen hingga Kamis (19/3).
Agus menyebut, penurunan lebih signifikan terjadi pada fatalitas korban meninggal dunia yang mencapai 40 persen dibandingkan periode sebelumnya.
“Kami sampaikan bahwa peristiwa kecelakaan juga turun 2,8 persen per hari ini. Tetapi fatalitas korban yang meninggal dunia itu turun 40 persen,” kata Agus dalam keterangannya dikutip Jumat (20/3/2026).
Baca juga : Polri Siagakan Kapal Cepat di Jalur Mudik Laut
Menurut Agus, kondisi lalu lintas pasca penerapan one way nasional terpantau terkendali kendati volume kendaraan meningkat. Adapun data Korlantas menunjukkan jumlah kendaraan saat puncak arus mencapai sekitar 270 ribu unit atau naik 4,26 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat 258 ribu kendaraan.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, kata Agus, Korlantas menerapkan sejumlah rekayasa tambahan berupa contraflow di beberapa titik. Menurut Agus, skema itu dimulai dari kilometer 36 hingga diperpanjang secara bertahap sampai kilometer 70 menuju arah Trans Jawa.
“Dari km 36 kami lakukan contraflow satu lajur sampai km 47. Kemudian diperpanjang hingga km 48 menjadi dua lajur, dan dari km 48 hingga km 70 menjadi tiga lajur,” ujar Agus.
Dalam proses rekayasa lalu lintas itu, lanjut Agus, jalur layang Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) sempat ditutup sementara selama sekitar satu setengah jam.
“Penutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran pengaturan arus kendaraan,” ungkap Agus.
Setelah contraflow selesai diterapkan, kata Agus, jalur MBZ kembali dibuka dan arus lalu lintas berangsur normal.
“Tadi kita tutup hampir satu setengah jam, setelah selesai kita buka lagi dan sekarang sudah lancar,” ucap Agus.
Lebih lanjut, Agus menyatakan, sistem one way nasional masih diberlakukan hingga saat ini guna mengantisipasi sisa arus balik.
“Kami mengimbau para pemudik tetap berhati-hati dan bersabar selama perjalanan, meski puncak arus disebut telah terlewati,” pungkas Agus.















