PravadaNews – Pemerintah terus mempercepat revitalisasi pasar rakyat sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai tambah ekonomi masyarakat.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan transformasi pasar rakyat diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih modern dan terintegrasi dengan ekosistem industri daerah.
Hal itu disampaikan Budi saat meresmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Baca juga : Mendag Beberkan Ketatnya Aturan Impor
Budi menyebut revitalisasi pasar tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga peningkatan fungsi ekonomi dan kenyamanan bagi pelaku usaha maupun konsumen.
“Kami mendukung penuh revitalisasi pasar rakyat, seperti di Pasar Sidayu untuk menghadirkan kenyamanan bagi pedagang dan konsumen. Pasar Tematik Industri Sidayu ini unik karena keberadaan bangunan cagar budaya di dalamnya sehingga bisa menjadi pasar wisata di samping menjalankan perannya sebagai pusat ekonomi,” ujar Budi.
Adapun pasar Sidayu dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan tahun 2025 dengan nilai Rp25,8 miliar. Pasar tersebut kini ditransformasi menjadi ruang ekonomi yang lebih tertata, nyaman, serta terhubung dengan ekosistem industri daerah.
Pasar tematik itu dirancang mampu menampung 538 pedagang dan dilengkapi berbagai fasilitas modern, mulai dari kamera pengawas (CCTV), musala, toilet, pos keamanan dan kesehatan, pos ukur ulang, hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Revitalisasi ini juga menjadi bagian dari pemulihan aktivitas ekonomi pedagang setelah kebakaran yang melanda pasar pada 2022. Pemerintah menyatakan pembangunan ulang tetap mempertahankan aspek historis bangunan asli tanpa mengabaikan kebutuhan kenyamanan dan keberlanjutan perdagangan saat ini.
Selain pembenahan fisik, Budi menekankan pentingnya adaptasi digital bagi pedagang pasar rakyat.. Budi mendorong pelaku usaha memanfaatkan platform daring untuk memperluas akses pasar.
“Kami mendorong para pedagang di pasar rakyat untuk mulai berjualan secara daring. Program ini sudah diterapkan di beberapa pasar, sehingga transaksinya tetap tinggi karena didukung pembelian daring,” pungkas Budi.















