PravadaNews – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mempercepat proses visa jemaah haji Indonesia.
Hingga kini, tercatat sebanyak 162.000 dokumen jemaah berhasil di proses. Sementara itu, 40.000 dokumen jemaah masih dalam tahap penyelesaian.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan mengatakan, Kemenhaj memliki 85 personel tim pemvisaan yang bekerja 24 jam.
Hal itu dilakukan agar seluruh dokumen jemaah Indonesia dapat diselesaikan tepat waktu.
“Kami bekerja 24 jam penuh dalam memproses dokumen dan pemvisaan. Sejauh ini, lebih kurang 162 ribu jemaah sudah berproses, tersisa sekitar 40 ribuan,” kata Ian dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga: Revisi UU Haji Perkuat Investasi Indonesia di Arab Saudi
Ian mengatakan bahwa terdapat 57 ribu jemaah yang sudah tercetak visanya. “Untuk visa yang sudah dicetak sendiri sudah mencapai angka 57 ribu,” kata Ian.
Ian mengatakan, proses visa jemaah menghadapi sejumlah tantangan di antaranya; koneksitas sistem dengan Arab Saudi, proses pemaketan layanan seperti akomodasi hotel dan kamar untuk jemaah.
“Tantangan utamanya adalah koneksitas teknis dengan Saudi dan sinkronisasi pemaketan layanan, karena ini sangat krusial untuk memastikan kepastian akomodasi jemaah selama di sana,” ujar Ian.
Tidak hanya itu, permasalahan lainnya yakni adanya permintaan mutasi atau pindah kloter dari jemaah.
Oleh karena itu, pihaknya telah membatasi proses tersebut sejal dua minggu lalu untuk menjaga stabilitas komposisi kloter yang sudah terbentuk.
Baca Juga: Ini Jumlah Jemaah Haji dan Umrah di 2026
Kemenhaj menargetkan proses visa jemaah haji rampung satu minggu sebelum hari raya Idul Fitri.
“Sesuai timeline, kami berharap awal Maret semua sudah clean. Bahkan jika proses pemaketan layanan di Saudi berjalan cepat, kami optimis bisa tuntas di akhir Februari ini,” kata Ian.
Ian menambahkan, proses visa jemaah yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan ini tidak menghalangi tim visa untuk menyelesaikan tugasnya.
Ian berkata bahwa tim visa sangat senang bisa membantu jemaah haji Indonesia.
“Anak-anak (Tim Visa) malah senang. Biasanya setelah Qiyamul Lail, mereka langsung lanjut bekerja hingga waktu sahur. Saya ikut menemani mereka untuk memastikan semua berjalan lancar,” pungkas Ian.















