Menteri Koperasi Ferry Juliantono (Foto: dok Instagram @ferry.juliantono)

Beranda / Ekonomi / Kemenkop Gandeng Al Washliyah

Kemenkop Gandeng Al Washliyah

PravadaNews – Kementerian Koperasi menggandeng organisasi Islam Al Jamiyatul Washliyah (Al Washliyah) untuk memperkuat pengembangan usaha koperasi, khususnya koperasi berbasis syariah, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, pada Jumat (13/2/2026).

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kelembagaan dan pengelolaan koperasi, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor koperasi.

“Koperasi berbasis syariah merupakan bagian penting dalam mendukung arah kebijakan pembangunan nasional,” kata Ferry dalam keterangan pers, dikutip Sabtu (14/3).

Menurut Ferry, kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan diperlukan untuk memperluas gerakan koperasi di masyarakat. Ferry menegaskan koperasi bukan sekadar program kementerian, melainkan gerakan ekonomi nasional yang berlandaskan asas kebersamaan dan gotong royong.

Baca juga: Kenaikan Harga Minyak Dunia Ancam APBN

Adapun kerja sama Kemenkop dan Al Washliyah juga mencakup peningkatan literasi dan edukasi koperasi, penyuluhan kepada masyarakat, serta pengembangan model pengelolaan koperasi syariah.

Ferry menuturkan pendidikan koperasi syariah nantinya akan diterapkan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, yang menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan koperasi berbasis komunitas di setiap desa.

Ferry berharap jaringan Al Washliyah dapat memperkuat implementasi program tersebut di tingkat akar rumput.

“Dengan jejaring dan rekam jejak luar biasa, kolaborasi ini akan membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus membangun fondasi ekonomi lokal yang kokoh, berkelanjutan, dan berkeadilan,” ujar Ferry.

Sementara itu, Ketua Umum Al Jamiyatul Washliyah Masyhuril Khamis mengatakan organisasinya menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan pemerintah dapat memperluas peran organisasi dalam penguatan ekonomi masyarakat.

Menurut Masyhuril, organisasi yang berdiri di Medan pada 1930 itu selama ini lebih dikenal bergerak di bidang sosial dan pendidikan, seperti mendirikan sekolah, pesantren, hingga perguruan tinggi.

Namun dalam lima tahun terakhir, Al Washliyah mulai mengembangkan aktivitas ekonomi melalui pembentukan koperasi.

“Kami berharap kolaborasi ini betul-betul bisa diimplementasikan sejalan dengan visi pemerintah,” kata Masyhuril.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *