PravadaNews – Konsumsi Greek yoghurt sebagai makanan tinggi protein dinilai belum tentu menyehatkan jika dipadukan dengan bahan yang keliru. Laporan The Korea Times menyoroti pentingnya kombinasi bahan dalam menentukan nilai gizi yoghurt.
Alih-alih otomatis menjadi menu sehat, yoghurt justru bisa berubah menjadi tinggi gula dan kalori jika ditambahkan bahan yang tidak tepat. Karena itu, pemilihan pendamping menjadi kunci agar manfaatnya optimal bagi tubuh.
Salah satu kombinasi yang dianjurkan adalah kacang-kacangan. Selain kaya lemak tak jenuh dan protein, bahan ini dapat memberikan rasa kenyang lebih lama serta mendukung kesehatan jantung. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi.
“Kacang sebaiknya dikonsumsi hanya segenggam kecil karena kalorinya tinggi,” demikian laporan tersebut dikutip Senin (13/4/2026).
Baca juga : 41,7% Warga Alami Osteopenia
Selain itu, buah beri juga direkomendasikan karena mengandung antioksidan dan serat yang baik untuk kesehatan usus. Kandungan gula yang relatif rendah menjadikannya pilihan yang lebih aman untuk menjaga kadar gula darah.
Madu juga dapat menjadi tambahan untuk energi cepat, tetapi jumlahnya harus dibatasi. Konsumsi berlebihan justru berpotensi meningkatkan asupan gula harian.
Sebaliknya, beberapa bahan justru perlu dihindari. Selai atau sirup cokelat disebut dapat mengubah yoghurt menjadi makanan tinggi gula layaknya hidangan penutup. Buah-buahan manis seperti pisang juga tidak disarankan karena dapat mempercepat akumulasi gula dalam tubuh.
Laporan itu menekankan bahwa kombinasi bahan yang tidak tepat dapat menghambat upaya menjaga berat badan, bahkan berpotensi memicu peningkatan kalori secara berlebihan.















