PravadaNews – Pertemuan antara Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas dalam momen Lebaran menimbulkan tanda tanya besar di publik.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago mengatakan, pertemuan itu menandakan bahwa Anies dan Partai Demokrat memiliki basis komunikasi politik yang sudah terbangun sejak lama.
Sementara, kata Arifki, peluang duet Anies-AHY di pemilihan presiden (Pilpres) 2029 sangat bergantung pada dinamika politik ke depan, terutama terkait posisi AHY di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kendati begitu, Prabowo ke depannya tentu akan mempertimbangkan AHY menjadi calon wakil presiden (cawapres) atau tidak. Sebab, Prabowo sampai saat ini masih memiliki hubungan baik dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: ‘Cinta Lama’ Anies-AHY Bersemi Kembali?
Arifki memandang, Partai Demokrat tampaknya ingin sediakan ‘payung sebelum hujan’. Ketika AHY tidak menjadi cawapres Prabowo, anak SBY itu bisa kembali berpasangan dengan Anies di Pilpres mendatang.
Anies adalah salah satu payungnya, begitu pun AHY salah satu langkah bagi Anies agar kartunya tetap hidup di 2029.
“Kalau Demokrat tidak mendapatkan ruang yang cukup di pemerintahan, maka kemungkinan membangun poros baru bersama Anies bisa kembali terbuka menjelang Pilpres 2029,” kata Arifki kepada PravadaNews, Kamis (26/3/2026).
Di sisi lain, Arifki mengatakan, tantangan terbesar duet tersebut terletak pada ambisi politik masing-masing tokoh. Baik Anies maupun AHY dinilai memiliki posisi tawar sebagai calon presiden.
“Ini yang perlu dicarikan titik temu. Tapi dalam politik, kompromi selalu mungkin terjadi jika kepentingannya bertemu,” jelas Arifki.
Arifki juga menilai, pertemuan yang berlangsung di kediaman SBY memiliki makna simbolik. Menurutnya, Cikeas kerap menjadi ruang penting dalam pengambilan arah politik Partai Demokrat.
“Kalau pertemuan ini terjadi dan berlangsung hangat, artinya komunikasi politik itu tidak hanya terbuka, tapi juga mendapat ruang yang serius,” kata Arifki.
Arifki menambahkan, pertemuan tersebut memang bukan keputusan politik. Namun, cukup kuat untuk dibaca sebagai langkah awal dalam ‘memancing’ kemungkinan duet Anies–AHY kembali muncul pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, Partai Demokrat buka suara soal pertemuan Anies dengan SBY-AHY di Cikeas. Partai Demokrat menyebut pertemuan itu hanya silaturahmi biasa di momen Lebaran.
“Momen Idulfitri tentunya bagus untuk saling memaafkan apalagi tokoh-tokoh bangsa,” kataAanggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).
Syarief Hasan mengatakan pertemuan antara Anies, SBY, dan AHY bisa dijadikan contoh bagi semua pihak untuk menjalin silaturahmi. Menurutnya saling memaafkan baik sesuai dengan ajaran agama.
“Bagus sebagai contoh untuk rakyat saling memaafkan itu adalah sesuai dengan ajaran agama kita,” Syarief.















