PravadaNews – Konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di Timur Tengah akan mempengaruhi perekonomian Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya di rapat paripurna, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
“Dampak dari konflik geopolitik yang sedang terjadi di Timur Tengah, akan mempengaruhi stabilitas ekonomi global termasuk perekonomian Indonesia,” kata Puan.
Puan mengatakan, DPR RI akan memastikan kemampuan fiskal APBN 2026 tetap terjaga. Sebab, kata Puan, APBN berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.
Baca Juga: Kualitas Beras Jadi Tantangan RI Tembus Pasar Global
“Dalam konteks tersebut, maka DPR RI akan memastikan bahwa kemampuan fiskal APBN Tahun Anggaran 2026 tetap dapat menjaga dan mempertahankan derajat kehidupan rakyat; kesejahteraan rakyat tidak turun kelas,” kata Puan.
Ketua DPP PDI Perjuangan itu menyampaikan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketahanan fiskal.
Ketahanan fiskal untuk memastikan agar rakyat mendapat pekerjaan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Oleh karena itu politik anggaran Pemerintah harus dapat menjaga ketahanan fiskal yang dapat memastikan bahwa rakyat tetap mendapatkan jalan menuju kesejahteraannya, mendapat pekerjaan, penghasilannya meningkat, mendapatkan pelayanan umum yang berkualitas; merasa aman dan tentram,” pungkas Puan.















