PravadaNews – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) membuka peluang besar dalam mendorong kemajuan produk-produk lokal serta penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Program tersebut dinilai mampu menjadi wadah strategis untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal, sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan desa dan kelurahan.
Menurut Ferry, pengembangan KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi berbasis komunitas, tetapi juga sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Dengan dukungan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, koperasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem UMKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.
“Kami menawarkan kepada pelaku-pelaku UMKM, itu kita kurasi kemudian kita inkubasi,” kata Ferry di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/3/2026).
Ferry mengatakan secara umum gerai KDKMP akan menjual sembako hingga obat-obatan sekaligus kebutuhan dan potensi di setiap wilayah.
Meski demikian, sebanyak 83.000 KDKMP di Indonesia ini juga bisa menjadi wadah untuk penjualan produk-produk lokal dan UMKM.
Ferry meminta agar masyarakat Indonesia tidak takut untuk menciptakan produk-produk sendiri termasuk tidak perlu khawatir dan bingung mengenai proses pemasaran produknya.
“Bukan saya mengecilkan kemampuan kami, dulu kalau UMKM membuat produk, itu takut khawatir tidak laku dijual di retail modern, mau ekspor ribet, akhirnya mengecilkan kepercayaan diri kita membuat produk sendiri,” kata Ferry.
Ferry ingin masyarakat Indonesia menciptakan produk yang kreatif dan menjualnya di gerai-gerai KDKMP yang ada di wilayahnya masing-masing.
Bahkan, menurut Ferry, masyarakat dapat memulai dengan membuat produk-produk sederhana seperti sabun, shampoo, detergen, sambal, kecap, sambal, saos, makanan, roti, dan sebagainya.
Nantinya, kata Ferry, pemerintah dan mitra akan menginkubasi dan mengurasi produk-produk lokal tersebut agar layak dan memiliki nilai tambah untuk dapat dijual di etalase gerai KDKMP.
Ferry menyebutkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan koperasi berskala besar seperti Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo) juga memiliki peluang untuk membantu dan melakukan pembiayaan kepada produk-produk UMKM.
“Saya jamin produk-produk itu akan diprioritaskan, dijual di seluruh gerai gerai KDKMP. Ayo kita bangun kepercayaan diri kita untuk membuat produk-produk lokal yang ada di wilayah kita masing-masing,” kata Ferry.
Ferry menegaskan apabila masyarakat mampu masif dan aktif menciptakan produk lokal hingga menjadi produk yang dijual di KDKMP dan dikonsumsi oleh warga maka akan terjadi perputaran ekonomi yang berkelanjutan.
Kegiatan itu, tambah Ferry, juga akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat luas terutama bagi generasi Z dan Milenial yang kini sedang membutuhkan pekerjaan.
“Jangan takut tidak laku dijual, saya pastikan barang-barang produk-produk lokal yang kita kurasi dan kita inkubasi ini akan dijual di rak-rak paling depan di KDKMP,” kata Ferry.















