PravadaNews– Aktris Luna Maya mengatakan film horor terbarunya, Suzzanna, (Santet Dosa di Atas Dosa) , tidak lagi sekadar menekankan kemiripan karakter dengan sosok legenda horor Indonesia, tetapi menghadirkan pendekatan cerita yang berbeda.
“Bukan waktunya lagi penonton ‘kok enggak mirip?’,” kata Luna dalam keterangaanya kepada awak media dikutip Senin (16/3/2026).
Baca juga : Dewi Persik Tak Goyang Selama Ramadan
“Waktunya penonton menikmati filmnya dengan warna baru yang ditampilkan oleh siapa pun yang berada di dalamnya,” sambung Luna.
Film yang disutradarai Azhar Kinoi Lubis ini kembali menampilkan karakter Suzzanna yang terinspirasi dari aktris horor legendaris Suzzanna Martha Frederika van Osch.
Luna mengatakan pengalamannya memerankan tokoh tersebut berkembang setelah sebelumnya menjalani proses serupa dan menonton ulang film-film klasik sang ratu horor.
Luna menilai produksi film terbaru ini juga membawa peningkatan dari sisi sinematik dibandingkan film sebelumnya.
“Aku benar-benar merasa satu tim itu seperti hidup semuanya. Itu yang membuat aku sangat semangat berada di lokasi dan mengerjakan film ini,” ujar Luna.
Menurut Luna, pendekatan karakter Suzzanna dalam film ini tidak hanya ditampilkan dari sisi penampilan, melainkan juga dari sisi kemanusiaannya.
Luna berupaya menampilkan tokoh tersebut sebagai sosok yang memiliki perasaan dan sisi emosional yang lebih kuat.
“Itu yang ingin aku bikin, supaya dia lebih hidup dan lebih memanusiakan Suzzanna,” kata Luna.
“Jadi bukan lagi soal ‘lebih bagus yang ini mukanya’, tapi cerita, esensi, dan nilai dari film ini yang ingin kami hadirkan,” pungkas Luna.















