Ilustrasi Erupsi gunung. (Foto: Chat GPT)

Beranda / Nasional / Merapi Luncurkan Dua Awan Panas 1,6 Km

Merapi Luncurkan Dua Awan Panas 1,6 Km

PravadaNews – Gunung Merapi, yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Senin (16/3/2026) dini hari dengan meluncurkan dua kali awan panas guguran.

Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas tersebut meluncur sejauh maksimum 1,6 kilometer ke arah barat daya, menyebarkan material panas dan abu yang membahayakan wilayah lereng Merapi serta pemukiman yang berada di zona bahaya.

Aktivitas ini menambah catatan peningkatan energi vulkanik gunung yang selama beberapa bulan terakhir menunjukkan fluktuasi intensitas gempa vulkanik, deformasi lereng, dan peningkatan emisi gas.

Pihak berwenang telah memperingatkan warga di sekitar lereng Merapi untuk tetap waspada dan menjaga jarak aman sesuai rekomendasi zona rawan yang telah ditetapkan.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru Capai 1.200 Meter

Selain itu, sejumlah desa di kaki Merapi telah meningkatkan kesiapsiagaan darurat, termasuk menyiapkan jalur evakuasi, lokasi pengungsian, serta sistem peringatan dini untuk meminimalkan risiko jika awan panas atau guguran lava terjadi secara tiba-tiba.

Meskipun awan panas yang terjadi masih tergolong jarak luncur moderat, fenomena ini menjadi indikator Gunung Merapi masih aktif dan potensi letusan lebih besar tetap ada, sehingga pengawasan ketat terhadap aktivitas gunung harus terus dilakukan, terutama di musim hujan yang dapat memicu aliran lahar dingin.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso menyebutkan awan panas guguran tersebut meluncur ke arah barat daya atau Kali Krasak berdasarkan pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

“Teramati dua kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter,” ujar Agus.

Awan panas guguran tersebut tercatat memiliki amplitudo 18-33 mm dengan durasi 175,24-188,35 detik.

Selain itu selama periode pengamatan yang sama Gunung Merapi juga mengalami 49 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-41 mm dan durasi 57,8-182,25 detik serta 14 kali gempa hibrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-30 mm dan durasi 26,98-49,61 detik.

BPPTKG juga mencatat aktivitas guguran lava sebanyak 20 kali ke arah barat daya atau Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,8 km serta 13 kali guguran lava ke arah barat daya atau Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum yang sama.

Secara visual, kata Agus, gunung terlihat jelas dengan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi sekitar 500 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di sekitar gunung berawan hingga cerah dengan suhu udara berkisar 17,2-19,2 derajat Celsius.

Laporan BPPTKG periode 6-12 Maret 2026 juga menyebutkan morfologi kubah barat daya Gunung Merapi mengalami perubahan akibat aktivitas guguran lava dan perubahan volume kubah.

“Untuk kubah tengah tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan,” kata Agus.

Berdasarkan analisis foto udara tertanggal 20 Februari 2026 volume kubah barat daya Merapi tercatat sebesar 4.044.000 meter kubik, sedangkan volume kubah tengah sebesar 2.368.800 meter kubik.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng, sejauh maksimal tujuh kilometer.

Sedangkan pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal lima kilometer.

Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *