Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto (Foto Dok: @kemenkoperekonomian)

Beranda / Ekonomi / Mudik Lebaran Dongkrak Ekonomi Nasional

Mudik Lebaran Dongkrak Ekonomi Nasional

PravadaNews – Pemerintah melihat momentum mudik Idulfitri 2026 bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebagai pendorong utama pergerakan ekonomi nasional. Mobilitas masyarakat yang masif dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor secara bersamaan, terutama perdagangan dan jasa.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, aktivitas mudik memiliki efek berlapis terhadap perekonomian, mulai dari pelaku usaha kecil hingga sektor transportasi.

“Setiap pengeluaran pemudik menciptakan efek pengganda yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM, pedagang, dan sektor jasa transportasi. Peningkatan aktivitas tersebut juga berkontribusi pada kenaikan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa,” ujar Haryo di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Baca juga: Pelni Prediksi Lonjakan Balik 2 April

Menurut Haryo, fenomena mudik secara konsisten terbukti mampu memperkuat ekonomi nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi aktivitas mudik mencapai sekitar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi tahunan, melalui distribusi uang dari kota besar ke daerah.

Pemerintah juga mencatat lonjakan konsumsi rumah tangga selama periode Lebaran dapat meningkat hingga 15–20 persen dibandingkan bulan normal. Bahkan, pendapatan pelaku UMKM di daerah berpotensi naik signifikan hingga 50–70 persen.

“Dengan potensi yang besar tersebut, sinergi kebijakan serta penguatan peran UMKM menjadi kunci untuk mengoptimalkan momentum mudik Lebaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Haryo.

Untuk mendukung momentum tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai stimulus, mulai dari bantuan sosial, subsidi transportasi, hingga kebijakan fiskal. Total stimulus fiskal yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp12,8 triliun, ditambah penyaluran bansos Rp11,92 triliun kepada jutaan keluarga penerima manfaat.

Selain itu, diskon tarif transportasi serta berbagai insentif juga diberikan guna menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan ini dinilai penting karena konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Pemerintah juga melanjutkan sejumlah kebijakan strategis seperti program mudik gratis, penyesuaian harga tiket transportasi, hingga skema Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara. Kebijakan WFA dinilai mampu memperpanjang durasi tinggal pemudik di kampung halaman, sehingga memperbesar perputaran uang di daerah.

Di tengah dinamika global, pemerintah tetap optimistis kondisi ekonomi domestik akan tetap terjaga. Stabilitas harga energi, termasuk keputusan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), menjadi salah satu faktor penopang daya beli masyarakat.

“Meski ada tekanan global akibat konflik Iran dan Israel-AS, fundamental ekonomi kita tetap kuat. Selain itu, Pemerintah juga berkomitmen tidak menaikkan harga BBM saat ini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Jadi untuk Idulfitri tahun ini diprediksi kita optimis ekonomi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Haryo.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *