PravadaNews – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Sadewa mengatakan, Pertamina akan menanggung selisih harga bahan bakar mminyak (BBM) yang tidak naik untuk sementara waktu.
“Sementara sepertinya Pertamina,” ujar Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara Indonesia, beberapa hari lalu, melansir Antara.
Purbaya mengatakan, Pertamina memiliki kemampuan untuk menanggung selisih harga, sebab pemerintah membayar kompensasi ke pertamina dengan lancar.
Pemerintah, kata Purbaya, setiap bulanya membayar kompensasi kepada Pertamina sebesar 70%.
Baca Juga: Pemberian MBG 6 Hari Kurang Efektif
“Kompensasi kan sekarang kami bayar tiap bulan 70% terus-terusan. Jadi, keuangan Pertamina juga amat baik,” kata Purbaya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan, sampai saat ini tidak ada penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat konferensi pers terkait Kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi geopolitik global saat ini secara video conference, Selasa (31/3/2026).
Bahlil mengatakan, pemerintah tidak menaikan harga BBM subsidi maupun non-subsidi. “Penyesuaian harga untuk BBM subsidi, tidak ada penyesuaian, naik ataupun turun, artinya flat masih pakai harga sekarang,” jelas Bahlil.
Sementara itu, BBM non-subsidi dan untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta akan dibahas lebih lanjut.
“Untuk BBM yang non-subsidi sampai dengan hari ini, kami dengan tim Pertamina maupun dengan SPBU-SPBU swasta lain sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai,” ujar Bahlil.















