PravadaNews – Sebanyak 31 ribu kendaraan tercatat melintas di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, yang menjadi salah satu jalur utama wisata dan arus lalu lintas di kawasan Puncak.
Angka tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang bergerak naik menuju kawasan wisata maupun turun kembali ke arah Jakarta dan sekitarnya dalam periode pemantauan.
Tingginya volume kendaraan ini mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur panjang atau akhir pekan, yang kerap memicu kepadatan di jalur tersebut.
Kondisi tersebut juga mendorong aparat untuk menerapkan rekayasa lalu lintas guna mengurai kemacetan serta menjaga kelancaran arus kendaraan di salah satu titik rawan kepadatan di wilayah Bogor tersebut.
Baca juga: Lalu Lintas GT Cikatama Terus Meningkat pada Puncak Arus Balik
KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto mengatakan, jumlah tersebut merupakan kendaraan yang tercatat melalui Tol Jagorawi.
“Sampai dengan saat ini, data yang keluar yang menuju kawasan wisata Puncak mencapai pukul 12.00 WIB itu 19 ribu kendaraan. Sedangkan untuk yang turun memang sampai tadi itu memang masih 12.800 kendaraan,” kata Ardian, Sabtu (28/3/2026).
Arus kendaraan pada siang hari ini diprediksi akan didominasi oleh kendaraan yang turun dari kawasan Jalan Raya Puncak menuju arah Jakarta dan sekitarnya.
Hal ini disebabkan masih banyak kendaraan yang sebelumnya tertahan di kawasan Puncak akibat kepadatan lalu lintas, sehingga belum sepenuhnya terurai hingga ke jalur utama menuju Tol Jagorawi.
“Sehingga ini akan bertambah yang mana kendaraan-kendaraan yang akan turun sampai dengan saat ini masih tertahan di seputar kawasan wisata Puncak dan belum masuk sampai dengan arah Tol Jagorawi,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan secara bertahap mulai bergerak turun, seiring dengan upaya pengaturan lalu lintas yang dilakukan petugas di lapangan.
Lonjakan kendaraan turun ini diperkirakan akan terjadi secara bergelombang, terutama ketika rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) mulai diberlakukan untuk mengurai kepadatan di titik-titik rawan.
Selain itu, peningkatan volume kendaraan yang turun juga berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah simpul pertemuan arus, khususnya di jalur penghubung menuju tol.
Oleh karena itu, pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama selama melintas di jalur tersebut.
Sejak pukul 13.00 WIB tadi, sistem satu arah atau one way dari Puncak menuju Jakarta telah ditetapkan. One way diterapkan untuk mengurangi volume kendaraan yang turun.
“Kalau dilihat dari kendaraan ini, kemungkinan nanti akan kembali normal di prediksi kami di pukul 17.30 WIB,” jelasnya.
Sejumlah titik di kawasan Puncak masih terpantau padat siang ini. Ardian mengatakan kepadatan terjadi mulai di area bawah hingga area atas.
“Untuk titik kepadatan sendiri memang sampai dengan saat ini di Simpang Pasir Muncang, kemudian di Simpang Megamendung, kemudian di Pasar Cisarua, ini masih menjadi titik terpadat dan menjadi titik yang perlambatan arus serta terjadi antrean yang cukup panjang sampai dengan saat ini,” pungkasnya.















