Ilustrasi Gedung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (Foto: Chat GPT)

Beranda / Nasional / Siklon Narelle Picu Panas Ekstrem

Siklon Narelle Picu Panas Ekstrem

PravadaNews – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit mengungkapkan kondisi cuaca panas yang cukup tinggi dalam sepekan terakhir dipengaruhi oleh aktivitas siklon tropis Narelle.

Fenomena ini menyebabkan berkurangnya tutupan awan di wilayah tersebut, sehingga paparan radiasi matahari ke permukaan bumi menjadi lebih intens dan memicu peningkatan suhu udara.

BMKG menjelaskan, dampak dari siklon tropis tersebut tidak hanya dirasakan di wilayah sekitar pusat badai, tetapi juga dapat memengaruhi pola cuaca di daerah lain, termasuk Kotawaringin Timur.

Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di NTT

Kondisi ini berpotensi berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas, seperti dehidrasi dan kebakaran lahan, serta tetap memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.

Prakirawan BMKG Kotim Mitra Hutauruk mengatakan, Kotim saat ini masih musim hujan, tetapi beberapa hari ini terjadi siklon tropis narelle yang menyebabkan konsentrasi massa udara ke wilayah tersebut.

“Menyebabkan sulitnya terbentuk awan hujan,” kata Mitra di Sampit, Sabtu (28/3/2026).

Mitra menjelaskan, sejak pertengahan Maret 2026, siklon tropis narelle memang terpantau aktif di selatan Indonesia, tepatnya di sekitar Samudra Hindia dan memberi dampak tidak langsung terhadap cuaca di berbagai wilayah.

Siklon tropis narelle adalah sistem badai kuat yang terbentuk dari bibit siklon 96P di Samudra Hindia. Meskipun tidak melintas langsung, siklon ini menarik konsentrasi massa udara ke arah selatan, menjauhi wilayah Kalimantan Tengah.

Hal ini menyebabkan penurunan pembentukan awan hujan atau berkurangnya curah hujan di sebagian wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Timur.

“Kondisi ini akan berakhir dalam beberapa hari ke depan seiring dengan berakhirnya siklon tersebut,” tambah Mitra.

Meski bersifat sementara, dampak dari siklon tropis narelle cukup terasa di wilayah Kotim. Bukan hanya suhu udara yang meningkat, kemunculan titik panas (hotspot) dan potensi terjadinya kebakaran juga meningkat seiring dengan terjadinya kekeringan di beberapa wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim melaporkan beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sepekan terakhir, di antaranya berlokasi di Jalan Ir Soekarno Kecamatan Baamang dan Desa Bengkuang Makmur Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan, karena saat ini intensitas hujan berkurang sehingga karhutla sangat rawan terjadi.

Imbauan untuk tidak membakar lahan merupakan upaya pencegahan dini yang terus digencarkan pemerintah daerah. Harapannya, masyarakat ikut peduli sehingga kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap bisa dicegah.

“Tanah di Kotawaringin Timur ini sebagian merupakan gambut. Saat kemarau, gambut sangat mudah kering dan terbakar,” ujar Multazam.

Jika lahan tersebut terbakar, untuk pemadamannya cukup sulit karena biasanya api membakar hingga ke dalam tanah meski di permukaan sudah padam.

“Makanya pencegahan ini kita optimalkan,” pungkas Multazam.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *