Kantor Badan Usaha Milik Negara (Foto dok:@Pinterest)

Beranda / Ekonomi / Tujuh BUMN konstruksi Akan Bergabung Jadi Tiga Entitas

Tujuh BUMN konstruksi Akan Bergabung Jadi Tiga Entitas

PravadaNews – Rencana besar penggabungan atau merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi kini memasuki tahapan baru. Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Agung Budi Waskito memaparkan detail skema dan jadwal terbaru dari proses transformasi tersebut.

Agung menegaskan bahwa target penyelesaian merger yang menggabungkan tujuh perusahaan menjadi tiga entitas bisnis ditetapkan pada paruh kedua tahun ini.

“Rencananya di semester II 2026 dari tujuh menjadi tiga. Dari ketiga ini rencananya di semester II ini,” ucap Agung di Jakarta Utara, Senin (6/4/2026).

Baca juga: BUMN-Swasta Diimbau Terapkan WFH 1 Hari Sepekan

Tujuh BUMN Karya yang terlibat dalam rencana ini adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).

Sebelum proses penggabungan dilakukan, Danantara selaku pengelola investasi pemerintah menetapkan syarat utama. Seluruh perusahaan harus berada dalam kondisi keuangan yang sehat agar tidak memunculkan persoalan baru nantinya.

“Sehingga kita lebih mengutamakan bagaimana restrukturisasi penyehatan keuangan dulu karena memang daripada sakit, digabungkan-gabung malah nggak sehat juga kan. Sehingga dia sehat dulu dan langkahnya dari Danantara bahwa yang pertama penyehatan dari BUMN Karya dulu,”sebut Agung.

Selain perbaikan fundamental keuangan, langkah kedua yang ditekankan adalah perbaikan administrasi dan pelaporan. Hal ini guna memastikan transparansi dan akurasi data sebelum bergabung menjadi satu kesatuan.

“Yang kedua adalah bagaimana laporan keuangan ini lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya,”ujar Agung.

Perlu dicatat, target waktu ini mengalami perubahan dari rencana awal yang disampaikan sebelumnya.

Pada akhir Desember 2025 lalu, Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Aminuddin Ma’ruf menyebutkan bahwa target penyelesaian adalah kuartal pertama tahun ini.

“(Target akan selesai) Kuartal I. (Saat ini) Masih dikaji” kata Aminuddin di Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).

Meski waktu pelaksanaan disesuaikan, skema pelaksanaannya tetap dilakukan secara serentak. Aminuddin menegaskan perusahaan-perusahaan yang akan merger adalah perusahaan terbuka dan prosesnya akan dilakukan bersamaan.

“Barengan semuanya,” tambah Aminuddin.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *