Ilustrasi gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). (Foto: PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / 4 Ribu Peserta Magang Nasional Mundur

4 Ribu Peserta Magang Nasional Mundur

PravadaNews – Program pemagangan nasional batch pertama resmi ditutup oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) setelah berjalan enam bulan sejak Oktober 2025. Di balik capaian program, pemerintah justru menyoroti satu fenomena yang cukup mencolok. Ribuan peserta memilih mundur di tengah jalan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi mengungkapkan jumlah peserta menyusut signifikan dari awal seleksi hingga penutupan program. Dari total 16.112 peserta yang dinyatakan lolos, hanya 11.949 orang yang bertahan hingga akhir.

“Berdasarkan proses seleksi, terpilih 14.952 peserta batch pertama atau 1A dan 1.160 batch 1B sehingga total 16.112. Namun dalam perjalanannya jumlah peserta aktif mengalami pengurangan, sehingga jumlah peserta aktif batch pertama tercatat 11.110 peserta untuk yang 1A, dan 1B 839 sehingga totalnya 11.949 peserta,” sebut Anwar, Jumat (24/4/2026).

Meski angka pengunduran diri mencapai sekitar 4.163 orang, Kemnaker tidak melihatnya sebagai kegagalan. Justru sebaliknya, fenomena ini dibaca sebagai indikasi bahwa sebagian peserta berhasil menembus pasar kerja lebih cepat.

“Hal ini merupakan bagian dari dinamika program, di mana terdapat peserta yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah mereka diterima sebagai karyawan tetap di salah satu perusahaan atau di instansi yang memang sebelum proses ini mereka kebanyakan juga sudah melamar,” jelas Anwar.

Di tengah penyusutan peserta, keterlibatan industri tetap tinggi. Program ini melibatkan 1.185 perusahaan dengan dukungan 5.267 mentor, menunjukkan bahwa dunia usaha masih aktif berperan dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja.

Sebagai langkah lanjutan, Kemnaker menggandeng Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memberikan sertifikasi kompetensi kepada peserta.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan sertifikat ini menjadi nilai tambah penting, terutama bagi peserta yang belum terserap kerja.

“Sertifikat kompetensi menjadi salah satu bukti bahwa seseorang itu memang kompeten terkait dengan satu skill kompetensi tertentu. Dan kita sudah memiliki Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang memang mengelola sertifikasi kompetensi di Indonesia. Alhamdulillah sampai sekarang sertifikatnya diakui, sertifikatnya dicari, ada biayanya, tapi buat adik-adik peserta magang kita buat gratis,”ucap Yassierli.

Program sertifikasi tersebut akan berlangsung selama 1–2 bulan, diawali dengan pelatihan ulang sebelum peserta menjalani uji kompetensi di balai pelatihan Kemnaker atau lembaga mitra BNSP.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *