PravadaNews – Program Magang Nasional Batch 1 bukan sekadar ajang belajar kerja, tapi mulai menunjukkan fungsi lain yang lebih strategis jalur cepat menuju rekrutmen. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan, respons dunia usaha terhadap peserta magang tergolong kuat dan itu tercermin dari angka perekrutan yang tidak kecil.
“Berdasarkan monitoring yang kita lakukan, respons dari perusahaan, saya lihat sangat baik ada yang sudah merekrut 20% dari yang magang, ada yang sudah 30% dan ini yang sekarang sedang kita data,” kata Yassierli, Jakarta (24/4/2026).
Baca juga: Kemnaker Buka Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta
Angka tersebut memberi sinyal bahwa perusahaan tidak lagi memandang magang sebagai formalitas, melainkan sebagai proses seleksi awal tenaga kerja. Namun, pemerintah belum merilis angka pasti tingkat serapan keseluruhan, terutama karena perhitungan masih berlangsung untuk peserta di luar kementerian dan lembaga.
Yassierli menjelaskan bahwa jalur rekrutmen di instansi pemerintah memiliki batasan tersendiri. “Batch satu yang sudah selesai dan yang sudah ditawari kerja oleh perusahaan. Kami sedang menghitung kalau kita exclude yang dari kementerian dan lembaga. Karena kalau kementerian dan lembaga direkrutnya harus mengalami mekanisme CPNS. Mengikuti tanggal dari Kementerian PAN-RB, kapan ini dibuka dan berapa kuotanya,”ucap Yassierli.
Di sisi lain, tidak semua perusahaan bisa langsung merekrut peserta magang, meski kualitas mereka dinilai baik. Faktor internal perusahaan masih menjadi penghambat utama.
“Ada juga perusahaan yang ingin, ‘Pak Menteri, kami lihat adik-adik peserta magang ini bagus-bagus mereka. Kami ingin rekrut, tapi sayang kita belum bisa merekrut saat ini.’ Itu karena ada kondisi internal perusahaan dan seterusnya. Tapi tentu kalau adik-adik yang magang sudah dibilang bagus oleh perusahaannya, saya yakin adik-adik bisa sukses di masa depan,” sebut Yassierli.
Data program menunjukkan adanya penyusutan jumlah peserta hingga akhir periode. Dari 16.112 peserta yang lolos seleksi awal, hanya 11.949 yang bertahan hingga program selesai. Rinciannya, sebanyak 11.110 peserta berasal dari batch 1A dan 839 peserta dari batch 1B.















