Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memantau sistem pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memantau sistem pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. (Foto: Dok. BeritaJakarta)

Beranda / Daerah / Pramono Tinjau Sistem Pengolahan Sampak Organik di Pasar Kramat Jati

Pramono Tinjau Sistem Pengolahan Sampak Organik di Pasar Kramat Jati

PravadaNews – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memantau sistem pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk mengimplementasikan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilihan Sampak di Jakarta.

Pramono menekankan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Pasar Jaya bekerja sama dengan masyarakat untuk penanganan sampah organik dan anorganik. Pramono mengatakan, kerja sama antara Pasar Jaya, masyarakat, dan sektor swasta menjadi indikator utama untuk menekan volume sampah yang terus membebani Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Pramono menjelaskan, Pasar Kramat Jati setiap harinya mengelola sekitar 5 ton sampah. Pramono berharap, kerja sama antara pihak swasta dan Pupuk Indonesia dapat menghasilkan pengolahan sampah yang bisa dimanfaatkan untuk pertamanan dan memiliki nilai guna.

Baca Juga: Pemprov DKI Gelar Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di Koridor Jalan Rasuna Said

Pasar Jaya saat ini mengelola 153 pasar dan sekitar 500 ton sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang. Pramono berharap, dengan pengolahan yang sampah tersebut, pengiriman sampah ke TPST Bantargebang bisa berkurang signifikan.

“Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan, maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang,” kata Pramono, Senin (11/5/2026).

Sistem pengolahan sampah juga berlaku untuk sektor perhotelan, restoran, dan kafe yang menjadi penyumbang pengiriman sampah ke TPST Bantargebang. “Mudah-mudahan akan berjalan dengan baik dan akan bisa mengatasi persoalan sampah yang akan membawa manfaat bagi lebih green karena bisa sebagai fertilizer dari yang organik,” kata Pramono.

Pramono menegaskan, gerakan pemilahan sampah ini akan diimplementasikan secara masif di Jakarta. Ia pun telah menginstruksikan jajaran wali kota, camat, lurah, hingga tingkat RT/RW untuk mulai menerapkan upaya ini.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia, secara bertahap akan menyiapkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang dibutuhkan warga.

“Secara perlahan tentunya sarana prasarananya juga akan kami persiapkan. Tetapi yang paling penting adalah ini harus berkelanjutan tidak boleh berhenti karena inilah yang akan mengubah wajah Jakarta,” tandas Pramono.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *