Minyak Kelapa Sawit. (Foto: Dok. Sumber Aneka Karya Abadi)

Beranda / Ekonomi / Minyak Sawit Indonesia: ‘Ayam Mati di Lumbung Padi’

Minyak Sawit Indonesia: ‘Ayam Mati di Lumbung Padi’

PravadaNews – Indonesia sebagai negara produsen kepala sawit terbesar di dunia dengan produksi minyak sawit sebesar 58% dari total pasokan dunia. Seharusnya, harga tinggi dan kelangkaan minyak goreng tidak terjadi.

Mengacu dari laporan Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS), produksi sawit Indonesia tumbuh moderat sekitar Rp49,8 juta ton pada 2026.

“Seiring pemulihan fase produksi tanaman dan perbaikan kondisi iklim,” tulis IPOSS dalam laporan Palm Oil Industry Outlook 2026 yang dikutip redaksi pada Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Ini 5 Produsen Besar Minyakita untuk DMO

Laporan IPOSS menyebutkan, Indonesia dan Malaysia menjadi negara pemasok Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia. “Di tingkat global, pasokan CPO tetap terkonsentrasi pada Indonesia dan Malaysia, menjadikan kinerja produksi kedua negara sebagai faktor penentu stabilitas harga minyak nabati dunia,” tulis laporan IPOSS.

Bahkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Indonesia menjadi negara eksportir utama minyak kelapa sawit dunia pada 2025. Total ekspor Indonesia untuk minyak kelapa sawit pada 2025 sebesar 26,6 juta ton dengan nilai mencapai 29 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Besaran ekspor minyak kelapa sawit Indonesia menunjukan tren kenaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 24,2 juta ton dengan nilai 22,9 miliar dolar AS.

Namun, besarnya ekspor tidak mencerminkan kondisi di dalam negeri bak ‘Ayam Mati di Lumbung Padi’. Pasalnya, Pemerintah memberlakukan Domestic Market Obligation (DMO) bagi para produsen sebesar 35%.

Aturan tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permenda) Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat (MGR)Pasal 12 ayat (1): Untuk meningkatkan keterjangkauan Konsumen, Produsen sebagai dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) huruf a wajib melaksanakan pendistribusian MGR paling sedikit 35% dari realisasi pemenuhan melalui Perum Bulog dan/atau BUMN Pangan sebagai D1.

Hal ini dibuktikan dengan ekspor minyak kelapa sawit ke 10 negara, di antaranya;

  • China: 4.038,1 ribu ton
  • India: 3.339,1 ribu ton
  • Pakistan: 3.219,5 ribu ton
  • AS: 1.558,9 ribu ton
  • Mesir: 1.159 ribu ton
  • Bangladesh: 1.527,3 ribu ton
  • Belanda: 575 ribu ton
  • Italia: 451,4 ribu ton
  • Spanyol: 409,8 ribu ton
  • Singapura: 63,9 ribu ton
Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *