PravadaNews – Pemerintah kembali menyiapkan insentif dan diskon transportasi senilai Rp1,54 triliun untuk periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, anggaran tersebut disiapkan untuk dua momentum besar mobilitas masyarakat tahun ini.
“Total anggaran untuk insentif dan diskon transportasi selama dua momentum besar, baik libur sekolah dan Nataru, adalah sebesar Rp1,54 triliun,” ucap Dudy saat ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, dikutip Selasa (23/6/2026).
Stimulus transportasi itu diberikan melalui potongan tarif kereta api, kapal Pelni, layanan penyeberangan, serta penerbangan domestik berjadwal kelas ekonomi.
Untuk periode libur sekolah, diskon tiket kereta api sebesar 30% berlaku pada 20 Juni-5 Juli 2026. Tarif dasar kapal Pelni juga dipangkas 30% untuk perjalanan 20 Juni-15 Agustus 2026.
Baca juga: Transportasi dan Wisata di Jakarta Gratis Saat Lebaran
Di sektor penyeberangan, tarif jasa kepelabuhanan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) dibebaskan pada 20 Juni-5 Juli 2026. Paket darat dan laut pada libur sekolah itu memiliki alokasi Rp190,5 miliar dengan target 3 juta penumpang.
“Kami umumkan pada hari ini untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempersiapkan segala sesuatunya, dalam rangka libur anak sekolah, serta Nataru,” tutur Menhub Dudy.
Insentif juga diberikan pada moda udara melalui Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Pada libur sekolah, fasilitas tersebut disiapkan dengan anggaran Rp472,7 miliar dan target sekitar 2,3 juta penumpang.
Menjelang Nataru 2026/2027, pemerintah menyiapkan pola insentif serupa untuk mengantisipasi kenaikan mobilitas akhir tahun. Diskon kereta api 30% berlaku pada 22 Desember 2026-4 Januari 2027, sedangkan diskon kapal Pelni berlaku pada 17 Desember 2026-10 Januari 2027.
Tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada periode tersebut juga dibebaskan hingga 10 Januari 2027. Untuk paket darat dan laut Nataru, anggaran yang disiapkan mencapai Rp161,4 miliar dengan target 2,8 juta penumpang.
Pada periode yang sama, PPN DTP 100 persen kembali diberikan untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Insentif penerbangan Nataru memiliki anggaran Rp722 miliar dan ditargetkan menjangkau 3,7 juta penumpang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), yang mencatat konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi pada triwulan I-2026 sebesar 2,94%.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan pada periode tersebut.
“Jumlah perjalanan wisatawan nusantara tumbuh hingga 13,14 persen (y-on-y) pada triwulan 1-2026, diikuti peningkatan jumlah penumpang di beberapa moda transportasi seperti angkutan darat, ASDP, angkutan udara, dan angkutan laut,” jelas Amalia, Rabu (6/5).
BPS juga mencatat sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04% seiring peningkatan mobilitas masyarakat. Data itu memperlihatkan insentif transportasi tidak hanya berkaitan dengan harga tiket, tetapi juga dengan pergerakan konsumsi rumah tangga.















