PravadaNews – Bioskop dapat menjadi pintu awal untuk mempertemukan literasi dengan generasi muda.
Berdasarkan catatan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) nasional berada sekitar 54,8. Sementara itu, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tercatat 10,37 di kabupaten/kota dan 29,36 di provinsi.
Angka ini membuat penguatan literasi tidak cukup berhenti pada penyediaan buku dan layanan perpustakaan. Bacaan juga perlu bergerak ke ruang populer yang lebih dekat dengan kebiasaan masyarakat, termasuk film.
Upaya itu terlihat melalui film Seni Merayu Tuhan, adaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar. Karya drama tersebut akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
Baca Juga: Xdinary Heroes Tampil Prambanan Jazz 2026
Dalam perilisan trailer, Husein Ja’far Al Hadar atau yang dikenal Habib Jafar mengatakan, perpindahan buku ke film membuka jalan baru bagi pesan yang semula hidup di halaman bacaan.
“Ada obrolan tentang dakwah by film, bikin dakwah melalui layar bioskop. Ini adalah salah satu puncaknya,” ujar Habib Jafar, di Perpusnas, Jakarta, dikutip Jumat (3/7/2026).
Habib Jafar juga menyebut, tema pencarian makna menjadi ruh penting dalam adaptasi Seni Merayu Tuhan. Dirinya mengaitkan film itu dengan gagasan tentang manusia yang mencari arti dalam pengalaman hidupnya.
Dalam trailer, cerita berpusat pada Hikmah, anak muda yang sempat jauh dari rumah dan kehidupan spiritual. Kehilangan sang ibu kemudian menjadi titik balik yang mendorongnya membaca kembali arah hidupnya.
Alur ini membuat Seni Merayu Tuhan bergerak sebagai drama tentang pencarian, bukan sekadar tontonan religi. Konflik Hikmah dibangun melalui hubungan keluarga, pertemanan, cinta, kehilangan, dan proses memahami diri.
Produser Salman Aristo mengungkapkan, cerita itu dekat dengan generasi muda yang sedang menuju fase kedewasaan. Kedekatan tersebut menjadi alasan film ini diarahkan untuk menjangkau penonton yang sedang bertumbuh.
Film ini disutradarai Cesa David Luckmansyah, editor peraih tiga Piala Citra Festival Film Indonesia. Debut penyutradaraan itu mempertemukan pengalaman penyuntingan panjang Cesa dengan cerita yang berangkat dari karya buku.
Sebagai informasi, Ari Irham memerankan Hikmah, sementara Rieke Diah Pitaloka hadir sebagai sosok ibu yang menjadi pusat perubahan cerita. Lutesha, Teuku Ryzki, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy turut memperkuat jajaran pemain.















