PravadaNews – MinyaKita yang dirancang menjaga keterjangkauan minyak goreng masih membebani rumah tangga akibat harga tinggi dan pasokan terbatas di pasaran.
Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Azhar Syahida melihat sejumlah faktor saling memengaruhi harga MinyaKita. Permintaan terus meningkat, sedangkan pasokan tertekan oleh perubahan harga bahan baku dan kenaikan ongkos produksi.
“Tidak ada faktor tunggal yang menyebabkan harga eceran MinyaKita di atas HET, tetapi secara umum, problem utamanya adalah sisi suplai dan naiknya biaya produksi di level produsen,” jelas Azhar kepada PravadaNews, dikutip Rabu (15/72026).
Adapun, perubahan harga bahan baku dan berbagai komponen produksi turut memengaruhi kemampuan produsen memasok minyak goreng rakyat. Kebijakan pemenuhan kebutuhan domestik serta penyaluran pasokan pemerintah juga masuk dalam rangkaian persoalan.
Di lapangan, temuan PravadaNews berdasarkan keterangan penghuni Casablanca East Residence, Eli kesulitan memperoleh MinyaKita di toko dan agen sekitar tempat tinggalnya.
“Kadang cari MinyaKita susah, dulu pakai satu tahun yang lalu dengan harga Rp17 ribu, tapi di beberapa toko dan agen tidak ada stok lagi,” kata Eli saat ditemui team PravadaNews, Minggu (12/7).
Selanjutnya, keterbatasan stok mendorong Eli beralih ke Bimoli dengan harga sekitar Rp23 ribu per liter. Pilihan tersebut diambil karena MinyaKita tidak lagi tersedia pada tempat penjualan terdekat.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan pemerintah telah menyepakati perlunya penyesuaian HET MinyaKita. Perubahan harga keekonomian menjadi dasar pemerintah mengevaluasi HET MinyaKita.
“Harga CPO saat penetapan HET sebelumnya sudah berbeda dengan yang sekarang. Kemudian, biaya produksi, distribusi, dan kemasan juga naik,” ucap Budi, Kamis (4/6).
Budi menyebut harga CPO saat penetapan HET sebelumnya telah berbeda dengan kondisi terkini. Pemerintah masih memantau pergerakan CPO sebelum menetapkan besaran HET baru dan waktu penerapannya.
Seperti diketahui, MinyaKita merupakan instrumen intervensi pasar melalui DMO untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga minyak goreng. Kajian penyesuaian HET berlangsung ketika konsumen menghadapi kelangkaan stok dan produsen mengalami kenaikan struktur biaya.















